Jumat, 26 Jun 2026 - :
26 Jun 2026 - 08:51

Wacana Perluasan Bebas Visa Kunjungan Mandek, Kemenpar dan Imigrasi Beda Pandangan

17 mnt baca

Data Wisman Terbaru: Pertumbuhan Tanpa Perluasan BVK Besar-besaran

Sebagai pembanding, data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan kunjungan wisman ke Indonesia sepanjang 2025 mencapai 15,39 juta, tumbuh 10,8% dibanding tahun sebelumnya, pertumbuhan yang terjadi di tengah skema BVK yang masih terbatas pada 16 negara.

Wisatawan dari kawasan ASEAN mendominasi dengan porsi 41,3%, dengan Malaysia sebagai penyumbang terbesar (17,2%) disusul Singapura (9,9%).

Rata-rata pengeluaran wisman sepanjang 2025 tercatat sekitar 1.267 dolar AS per kunjungan, meski wisatawan ASEAN, yang masa tinggalnya rata-rata hanya 4,33 hari, tergolong paling singkat, membelanjakan jauh lebih kecil, sekitar 661,91 dolar AS per kunjungan.

Angka ini menjadi salah satu titik perdebatan: pihak yang mendukung perluasan BVK menilai pertumbuhan itu bisa lebih tinggi lagi jika pasar-pasar bernilai belanja besar seperti Jepang, Korea Selatan, atau Eropa diberi kemudahan setara ASEAN.

Sebaliknya, pihak yang skeptis menilai data ini justru membuktikan bahwa pertumbuhan wisman tidak butuh perluasan BVK besar-besaran, melainkan pembenahan kualitas layanan, infrastruktur, dan konektivitas penerbangan.

Sumber: Bisnis.com, CNN Indonesia, Liputan6, JPNN, BPS, serta kajian akademik terkait kebijakan keimigrasian, per 26 Juni 2026.

GALERY

Akurat berbasis data Update berita disini ⬇️
YouTube meluncurkan buku panduan Digital Wellbeing Guidebook sebagai bentuk tanggung jawab platform digital dalam mengedukasi orang tua, sekaligus mendukung implementasi Permenkomdigi Nomor 9 Tahun 2026 dan PP TUNAS terkait perlindungan anak. Meutya Hafid menegaskan masih banyak orang tua yang membutuhkan panduan dalam mendampingi anak menggunakan media sosial, gim daring, dan layanan digital lainnya agar tetap aman di dunia digital. 
Buku panduan ini disusun bersama Rumah Universitas Indonesia, Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo, Kementerian Komunikasi dan Digital, serta para ahli. Tujuannya bukan membatasi akses teknologi, melainkan memastikan anak memanfaatkan teknologi secara aman, sehat, dan sesuai usia. www.inilahdata.com. #inilahdata #
 photo

ADVERTISING

Bagikan
Beranda
Bagikan
Lainnya
0%