
Data Wisman Terbaru: Pertumbuhan Tanpa Perluasan BVK Besar-besaran
Sebagai pembanding, data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan kunjungan wisman ke Indonesia sepanjang 2025 mencapai 15,39 juta, tumbuh 10,8% dibanding tahun sebelumnya, pertumbuhan yang terjadi di tengah skema BVK yang masih terbatas pada 16 negara.
Wisatawan dari kawasan ASEAN mendominasi dengan porsi 41,3%, dengan Malaysia sebagai penyumbang terbesar (17,2%) disusul Singapura (9,9%).
Rata-rata pengeluaran wisman sepanjang 2025 tercatat sekitar 1.267 dolar AS per kunjungan, meski wisatawan ASEAN, yang masa tinggalnya rata-rata hanya 4,33 hari, tergolong paling singkat, membelanjakan jauh lebih kecil, sekitar 661,91 dolar AS per kunjungan.
Angka ini menjadi salah satu titik perdebatan: pihak yang mendukung perluasan BVK menilai pertumbuhan itu bisa lebih tinggi lagi jika pasar-pasar bernilai belanja besar seperti Jepang, Korea Selatan, atau Eropa diberi kemudahan setara ASEAN.
Sebaliknya, pihak yang skeptis menilai data ini justru membuktikan bahwa pertumbuhan wisman tidak butuh perluasan BVK besar-besaran, melainkan pembenahan kualitas layanan, infrastruktur, dan konektivitas penerbangan.
Sumber: Bisnis.com, CNN Indonesia, Liputan6, JPNN, BPS, serta kajian akademik terkait kebijakan keimigrasian, per 26 Juni 2026.