Rabu, 24 Jun 2026 - :
24 Jun 2026 - 13:22

Unpatti dan G-Mango Inc Teken MoU, Bidik Layanan Kesehatan Berbasis AI untuk Maluku

4 mnt baca
  • Unpatti menandatangani MoU dengan G-Mango Inc pada 22 Juni 2026 untuk mengembangkan layanan kesehatan berbasis AI di Maluku dan Indonesia Timur.
  • Ambon ditetapkan sebagai kota percontohan sistem G-Mangle AI, dengan rencana memperluas kerja sama ke perguruan tinggi lain di Indonesia.
  • Verifikasi independen hanya mengonfirmasi keberadaan G-Mango Inc sebagai pengembang aplikasi Gmango AI berbasis di Bellevue, sementara klaim soal Delaware dan nama CEO belum dapat dipastikan.

Inilahdata.com – Universitas Pattimura (Unpatti) menambah satu lagi mitra dalam jejaring kerja sama internasionalnya. Senin, (22/06/2026), di Ruang Rapat Rektor, kampus tertua di Provinsi Maluku ini menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) dengan G-Mango Inc.

Perusahaan teknologi asal Amerika Serikat yang menurut rilis resmi kegiatan tersebut terdaftar di negara bagian Delaware dan bergerak di bidang teknologi kesehatan (HealthTech), kecerdasan artifisial (AI), serta pengembangan perangkat lunak kesehatan.

Kerja sama ini menambah daftar panjang kemitraan lintas negara yang dijalin Unpatti. Hingga 2026, kampus ini telah menjalin ratusan nota kesepahaman dan perjanjian kerja sama aktif dengan berbagai mitra, mulai dari perguruan tinggi di Prancis, Jepang, Thailand, hingga lembaga vokasi di Jerman.

Rektor Unpatti, Prof. Dr. Fredy Leiwakabessy, sebelumnya menyebut penguatan kerja sama itu mencakup program magang industri, riset kolaboratif, pertukaran mahasiswa dan dosen, hingga pengembangan inovasi berbasis potensi daerah. MoU dengan G-Mango melanjutkan pola itu, kali ini menyasar sektor kesehatan digital.

GALERY

Akurat berbasis data Update berita disini ⬇️
YouTube meluncurkan buku panduan Digital Wellbeing Guidebook sebagai bentuk tanggung jawab platform digital dalam mengedukasi orang tua, sekaligus mendukung implementasi Permenkomdigi Nomor 9 Tahun 2026 dan PP TUNAS terkait perlindungan anak. Meutya Hafid menegaskan masih banyak orang tua yang membutuhkan panduan dalam mendampingi anak menggunakan media sosial, gim daring, dan layanan digital lainnya agar tetap aman di dunia digital. 
Buku panduan ini disusun bersama Rumah Universitas Indonesia, Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo, Kementerian Komunikasi dan Digital, serta para ahli. Tujuannya bukan membatasi akses teknologi, melainkan memastikan anak memanfaatkan teknologi secara aman, sehat, dan sesuai usia. www.inilahdata.com. #inilahdata #
 photo

ADVERTISING

Bagikan
Beranda
Bagikan
Lainnya
0%