Rabu, 24 Jun 2026 - :
24 Jun 2026 - 10:56

DATA BRIEF: Daya Saing Indonesia Jatuh 21 Peringkat, Paradoks Ekonomi Besar yang Tak Kunjung Produktif

8 mnt baca
  • Indonesia turun ke peringkat ke-48 dari 70 ekonomi dalam IMD WCY 2026, melorot 21 tingkat dalam dua tahun dari posisi terbaik #27 pada 2024.
  • Penurunan paling tajam terjadi pada pilar efisiensi bisnis, yang anjlok dari peringkat 14 (2024) menjadi 50 (2026), merosot 36 tingkat hanya dalam dua tahun.
  • Paradoksnya, pertumbuhan ekonomi riil Indonesia 5,1% masuk 10 besar dunia, namun skala ekonomi yang besar itu belum menghasilkan produktivitas, inovasi, dan efisiensi yang memadai.
Infografis Daya Saing Indonesia IMD 2026 – Inilahdata.com
Inilahdata.com · IMD World Competitiveness Yearbook 2026

Daya saing Indonesia merosot 21 peringkat dalam dua tahun

Dari posisi #27 (2024) kini ke posisi #48 dari 70 ekonomi dunia
#48
Peringkat 2026
dari 70 ekonomi
↓21
Penurunan peringkat
sejak 2024
5,1%
Pertumbuhan ekonomi
#10 dunia
Tren peringkat IMD Indonesia 2022–2026
Terbaik
Terbaru
Tahun lain
Peringkat: 2022=44, 2023=34, 2024=27, 2025=40, 2026=48
*Sumbu Y dibalik: posisi lebih atas = peringkat lebih baik
Perbandingan ASEAN dalam IMD 2026
Empat pilar daya saing: 2025 → 2026
Kinerja ekonomi
#24#24
Stabil
Efisiensi pemerintah
#34#38
↓4 peringkat
Efisiensi bisnis
#26#50
↓24 — anjlok terbesar
Infrastruktur
#57#58
↓1 peringkat
Titik lemah struktural (dari 70 ekonomi)
Infrastruktur ilmiah
#65 dari 70
Pendidikan
#63 dari 70
Keuangan
#55 dari 70
Produktivitas
#54 dari 70

GALERY

Akurat berbasis data Update berita disini ⬇️
YouTube meluncurkan buku panduan Digital Wellbeing Guidebook sebagai bentuk tanggung jawab platform digital dalam mengedukasi orang tua, sekaligus mendukung implementasi Permenkomdigi Nomor 9 Tahun 2026 dan PP TUNAS terkait perlindungan anak. Meutya Hafid menegaskan masih banyak orang tua yang membutuhkan panduan dalam mendampingi anak menggunakan media sosial, gim daring, dan layanan digital lainnya agar tetap aman di dunia digital. 
Buku panduan ini disusun bersama Rumah Universitas Indonesia, Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo, Kementerian Komunikasi dan Digital, serta para ahli. Tujuannya bukan membatasi akses teknologi, melainkan memastikan anak memanfaatkan teknologi secara aman, sehat, dan sesuai usia. www.inilahdata.com. #inilahdata #
 photo

ADVERTISING

Bagikan
Beranda
Bagikan
Lainnya
0%