Minggu, 31 Mei 2026 - :
25 Mei 2026 - 14:44 | 184 Views | 0 Suka

BEI Genjot Kepercayaan Investor dan Pasar Syariah di Tengah Tekanan Global

3 mnt baca

Inilahdata.comBursa Efek Indonesia (BEI) mencatat sejumlah agenda strategis sepanjang pekan ini sebagai bagian dari upaya memperkuat pasar modal nasional di tengah gejolak ekonomi global. Berbagai kegiatan tersebut mencakup penguatan kepercayaan investor, pengembangan pasar modal syariah, edukasi keuangan, hingga pencatatan obligasi dan sukuk baru.

Salah satu agenda penting berlangsung pada Selasa (19/5/2026) ketika Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad mengunjungi Gedung BEI di Jakarta.

Kunjungan tersebut turut dihadiri Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan Friderica Widyasari Dewi, CEO Danantara Rosan Roeslani, serta COO Danantara Dony Oskaria.

Dalam kesempatan itu, Dasco menyampaikan optimisme terhadap prospek pasar modal Indonesia meski Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tengah mengalami tekanan.

BEI menilai dukungan dari pemerintah, regulator, dan pelaku pasar menjadi faktor penting untuk menjaga stabilitas dan memperkuat kepercayaan investor di tengah volatilitas global.

Pasar Modal Syariah Jadi Sorotan

Selain penguatan pasar, BEI bersama Self-Regulatory Organization (SRO) lainnya yakni PT Kliring Penjaminan Efek Indonesia dan PT Kustodian Sentral Efek Indonesia, dengan dukungan OJK, juga menggelar rangkaian acara ”Elevate 2026: Indonesia Islamic Capital Market – 15 Years Rising Heading Worldwide.”

Kegiatan yang berlangsung pada 20–23 Mei 2026 tersebut digelar secara hybrid di Main Hall BEI dan platform digital.

Program tersebut mencakup Islamic Finance News (IFN) Indonesia Forum dan Sharia Investment Week (SIW) 2026 sebagai bagian dari peringatan perjalanan pasar modal syariah Indonesia selama 15 tahun terakhir.

Pembukaan acara dilakukan oleh Kepala Departemen Pengaturan dan Pengembangan Pasar Modal Keuangan Derivatif dan Bursa Karbon OJK Henry Rialdi bersama Direktur BEI Risa E. Rustam.

BEI berharap kegiatan tersebut dapat memperluas literasi dan inklusi pasar modal syariah sekaligus memperkuat posisi Indonesia sebagai salah satu pusat pasar modal syariah dunia.

Edukasi Investor hingga Waspada Investasi Ilegal

Pada pekan yang sama, BEI bersama SRO lainnya juga mendukung OJK dalam pelaksanaan Sosialisasi dan Edukasi Pasar Modal Terpadu (SEPMT) 2026 di Bandar Lampung pada 18–19 Mei 2026.

Kegiatan tersebut ditujukan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap investasi pasar modal, khususnya di kalangan generasi muda yang kini mendominasi investor domestik.

Selain memperluas partisipasi investor lokal, program edukasi tersebut juga difokuskan untuk meningkatkan kewaspadaan masyarakat terhadap maraknya investasi ilegal.

BEI Catat Obligasi dan Sukuk Baru

Selama periode 18–22 Mei 2026, BEI juga mencatatkan dua obligasi dan satu sukuk baru.

Pada Senin (18/5/2026), PT TBS Energi Utama Tbk resmi mencatatkan Obligasi Berkelanjutan I Tahap III Tahun 2026 senilai Rp175 miliar dengan peringkat idA dari PT Pemeringkat Efek Indonesia atau PEFINDO.

Selanjutnya pada Jumat (22/5/2026), PT Samudera Indonesia Tbk mencatatkan Sukuk Ijarah Berkelanjutan I Tahap III Tahun 2026 senilai Rp700 miliar dengan peringkat idA+(sy).

Pada hari yang sama, PT Energi Mega Persada Tbk juga mencatatkan Obligasi Berkelanjutan I Tahap III Tahun 2026 senilai Rp500 miliar dengan peringkat idA+.

Hingga saat ini, total emisi obligasi dan sukuk yang tercatat sepanjang 2026 mencapai 62 emisi dari 41 emiten dengan total nilai Rp67,84 triliun.

Nilai Transaksi Harian Naik, IHSG Terkoreksi

Dari sisi perdagangan saham, BEI mencatat rata-rata nilai transaksi harian selama periode 18–22 Mei 2026 meningkat 15,68 persen menjadi Rp21,77 triliun dibanding pekan sebelumnya sebesar Rp18,82 triliun.

Rata-rata volume transaksi harian juga naik 2,53 persen menjadi 36,67 miliar saham.

Namun, rata-rata frekuensi transaksi harian turun menjadi 2,37 juta kali transaksi dari sebelumnya 2,53 juta kali.

Di tengah peningkatan aktivitas perdagangan, IHSG selama sepekan tercatat melemah 8,35 persen dan ditutup di level 6.162,045 dari posisi pekan sebelumnya di 6.723,320.

Kapitalisasi pasar BEI juga turun 10,07 persen menjadi Rp10.635 triliun.

Sementara itu, investor asing mencatatkan aksi jual bersih sebesar Rp309,52 miliar pada perdagangan hari ini. Secara kumulatif sepanjang 2026, nilai jual bersih investor asing tercatat mencapai Rp41,63 triliun. (**)

KURS

Akurat berbasis data Update berita disini ⬇️

GALERY FOTO

GALERY VIDEO

PARTNER

ADVERTISING

Bagikan
Beranda
Bagikan
Lainnya
0%