Selasa, 28 Jul 2026 - :
28 Jul 2026 - 15:53 | 21 Views | 0 Suka

OJK Perketat Aturan Pemasaran Unit Link Cegah Mis-Selling

13 mnt baca
OJK Susun RPOJK PAYDI Fokus Cegah Mis-Selling Premi Unit Link Rp18,79 T per Mei Tumbuh 13,71% Yoy Target Rampung Akhir 2026 OJK Susun RPOJK PAYDI Fokus Cegah Mis-Selling Premi Unit Link Rp18,79 T per Mei Tumbuh 13,71% Yoy Target Rampung Akhir 2026
Status Aturan
Tahap Draf
Premi PAYDI Mei
Rp18,79 T
Fokus Utama
Cegah Mis-Selling
Simbol — Regulasi Mengetat, Bisnis Tetap Tumbuh
Kurva Premi PAYDI
Jan · 4,06T
Feb · 7,89T
Mei · 18,79T
Draf RPOJK Berjalan
OJK Perketat Aturan Pemasaran Unit Link Cegah Mis-Selling
Di tengah premi PAYDI yang terus melaju, OJK menyusun aturan baru yang justru mengetatkan cara produk unit link dipasarkan — dari kewajiban dokumentasi hingga opsi perekaman proses penjualan — agar pertumbuhan bisnis ini tak lagi diwarnai gelombang keluhan nasabah seperti tahun-tahun sebelumnya.
Pertumbuhan Premi Yoy
13,71%
Posisi Mei 2026, capai Rp18,79 triliun
Porsi dari Premi Jiwa
24,47%
Dari total Rp76,79 triliun premi jiwa
Pengaduan Unit Link 2020
593 Kasus
Naik dari 360 pengaduan pada 2019
Target Rampung RPOJK
Akhir 2026
Masih tahap draf, belum konsultasi publik
Jejak Pertumbuhan Premi Sepanjang 2026
JAN
+6,56%
Premi unit link membuka tahun di Rp4,06 triliun, tumbuh moderat 6,56% secara tahunan di tengah ketidakpastian global.
FEB
+5,17%
Berlanjut ke Rp7,89 triliun pada Februari, tumbuh 5,17% yoy — OJK saat itu memproyeksikan tren tahun ini akan lebih moderat dan selektif.
MEI
+13,71%
Melompat ke Rp18,79 triliun, tumbuh 13,71% yoy — jauh melampaui proyeksi awal, menegaskan unit link tetap jadi andalan asuransi jiwa nasional.
Pernyataan Resmi OJK
OJK masih mengkaji pengaturan yang proporsional agar manajemen risiko menguat tanpa membebani industri secara berlebihan.
Ogi Prastomiyono — Kepala Eksekutif Pengawas PPDP OJK, Selasa (28/7/2026)
Perusahaan asuransi diharapkan terus memastikan produk PAYDI dipasarkan secara transparan sesuai profil risiko nasabah.
Ogi Prastomiyono — soal harapan pertumbuhan unit link yang sehat
Jejak Waktu Regulasi PAYDI
2019
Sepanjang 2019
Pengaduan konsumen terkait unit link tercatat baru 360 kasus di OJK.
2020
Sepanjang 2020–2021
Pengaduan melonjak jadi 593 kasus, lalu membengkak ke sekitar 2.600 pengaduan hingga pertengahan 2021.
2022
Maret 2022
OJK menerbitkan SEOJK 5/2022 tentang PAYDI usai gelombang mediasi nasabah unit link gagal capai kesepakatan.
Apr’26
April 2026
Kasus mis-selling unit link kembali mencuat dengan taksiran kerugian mencapai Rp790 miliar.
28/7
28 Juli 2026
OJK menegaskan RPOJK PAYDI tengah disusun, dengan fokus penguatan aturan pemasaran dan target rampung akhir 2026.
Pihak Terkait
Ogi Prastomiyono · Kepala Eksekutif PPDP OJK Otoritas Jasa Keuangan (OJK)
Perusahaan Asuransi Jiwa Pemasar PAYDI Nasabah & Komunitas Korban Unit Link
1
OJK memperketat aturan pemasaran unit link lewat RPOJK PAYDI, termasuk opsi kewajiban perekaman proses penjualan untuk menekan mis-selling.
2
Aturan ini menyusul riwayat panjang pengaduan nasabah sejak 2020 dan mediasi yang gagal antara komunitas korban unit link dengan perusahaan asuransi pada 2022.
3
Meski diperketat, premi unit link tetap tumbuh 13,71% yoy menjadi Rp18,79 triliun per Mei 2026, menyumbang 24,47% dari total premi asuransi jiwa nasional.
Sumber
Sumber: Keterangan tertulis Ogi Prastomiyono, Kepala Eksekutif Pengawas Perasuransian, Penjaminan, dan Dana Pensiun OJK; CNBC Indonesia, ANTARA, Republika, Beritasatu.com, Kontan.co.id, Bisnis.com, Investor Daily, Tempo.co, dan Prudential Indonesia (Juli 2026 dan arsip 2020–2022).

Adagia — Kata Bijak
Latin

Memuat kutipan…

Kompilasi tokoh & filsuf dunia — InilahData.com
Juli 2026
S S R K J S M
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
2728293031  
Bagikan
Beranda
Bagikan
Lainnya
0%