Rabu, 24 Jun 2026 - :
24 Jun 2026 - 10:56

DATA BRIEF: Daya Saing Indonesia Jatuh 21 Peringkat, Paradoks Ekonomi Besar yang Tak Kunjung Produktif

8 mnt baca

Apa yang Harus Berubah?

Laporan IMD 2026 sebenarnya menyediakan peta jalan, meski bukan yang mudah ditempuh. Untuk memperbaiki posisi, Indonesia perlu bergerak jauh melampaui pengelolaan angka pertumbuhan.

Reformasi yang diperlukan menyentuh kualitas pendidikan vokasi dan tinggi, penguatan ekosistem riset dan inovasi, percepatan akses pembiayaan bagi pelaku usaha.

Juga termasuk dengan perbaikan iklim regulasi yang lebih ramah bisnis, serta peningkatan produktivitas tenaga kerja secara sistematis.

Dalam lanskap persaingan global yang semakin ditentukan oleh kapasitas inovasi, efisiensi, dan kualitas institusi, skala pasar saja tidak lagi menjadi keunggulan yang cukup.

Indonesia memiliki panggung besar, pertanyaannya adalah apakah aktornya siap untuk tampil kompetitif di atasnya.

Sumber primer: IMD World Competitiveness Yearbook 2026, imd.org. Data mencakup 70 ekonomi dunia berdasarkan empat pilar: kinerja ekonomi, efisiensi pemerintah, efisiensi bisnis, dan infrastruktur.

GALERY

Akurat berbasis data Update berita disini ⬇️
YouTube meluncurkan buku panduan Digital Wellbeing Guidebook sebagai bentuk tanggung jawab platform digital dalam mengedukasi orang tua, sekaligus mendukung implementasi Permenkomdigi Nomor 9 Tahun 2026 dan PP TUNAS terkait perlindungan anak. Meutya Hafid menegaskan masih banyak orang tua yang membutuhkan panduan dalam mendampingi anak menggunakan media sosial, gim daring, dan layanan digital lainnya agar tetap aman di dunia digital. 
Buku panduan ini disusun bersama Rumah Universitas Indonesia, Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo, Kementerian Komunikasi dan Digital, serta para ahli. Tujuannya bukan membatasi akses teknologi, melainkan memastikan anak memanfaatkan teknologi secara aman, sehat, dan sesuai usia. www.inilahdata.com. #inilahdata #
 photo

ADVERTISING

Bagikan
Beranda
Bagikan
Lainnya
0%