Rabu, 24 Jun 2026 - :
24 Jun 2026 - 10:56

DATA BRIEF: Daya Saing Indonesia Jatuh 21 Peringkat, Paradoks Ekonomi Besar yang Tak Kunjung Produktif

8 mnt baca

Inilahdata.com – Ada sebuah anomali yang sulit diabaikan dalam laporan tahunan paling berpengaruh di dunia soal daya saing global.

Indonesia, ekonomi terbesar di Asia Tenggara dengan produk domestik bruto mencapai US$1,45 triliun dan populasi 284 juta jiwa, justru menempati posisi paling bawah di antara negara-negara ASEAN dalam IMD World Competitiveness Yearbook (WCY) 2026.

Ketika Angka Pertumbuhan Tak Lagi Cukup

Laporan IMD 2026 yang mencakup 70 ekonomi dunia mengonfirmasi bahwa Indonesia menempati peringkat ke-48 secara keseluruhan.

Posisi ini memburuk dari peringkat ke-40 pada 2025 dan jauh dari capaian tertinggi ke-27 yang diraih pada 2024. Artinya, dalam rentang dua tahun saja, Indonesia kehilangan 21 anak tangga.

Yang membuat temuan ini terasa paradoksal adalah kondisi makroekonomi Indonesia yang secara statistik masih tergolong solid. Pertumbuhan ekonomi riil 5,1 persen menempatkan Indonesia di posisi ke-10 dunia. Inflasi hanya 1,91 persen.

Angkatan kerja berjumlah lebih dari 155 juta orang, terbesar keempat di dunia. Namun semua keunggulan skala itu tidak mampu mendongkrak posisi daya saing secara keseluruhan. IMD pada dasarnya mengirim pesan yang tegas: besarnya ekonomi bukan jaminan daya saing.

GALERY

Akurat berbasis data Update berita disini ⬇️
YouTube meluncurkan buku panduan Digital Wellbeing Guidebook sebagai bentuk tanggung jawab platform digital dalam mengedukasi orang tua, sekaligus mendukung implementasi Permenkomdigi Nomor 9 Tahun 2026 dan PP TUNAS terkait perlindungan anak. Meutya Hafid menegaskan masih banyak orang tua yang membutuhkan panduan dalam mendampingi anak menggunakan media sosial, gim daring, dan layanan digital lainnya agar tetap aman di dunia digital. 
Buku panduan ini disusun bersama Rumah Universitas Indonesia, Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo, Kementerian Komunikasi dan Digital, serta para ahli. Tujuannya bukan membatasi akses teknologi, melainkan memastikan anak memanfaatkan teknologi secara aman, sehat, dan sesuai usia. www.inilahdata.com. #inilahdata #
 photo

ADVERTISING

Bagikan
Beranda
Bagikan
Lainnya
0%