Jumat, 26 Jun 2026 - :
26 Jun 2026 - 15:30

Pemerintah Tarik Dana SAL Rp300 Triliun dari Himbara, Kendali Likuiditas Dikembalikan ke BI

12 mnt baca
  • Kemenkeu menarik bertahap dana SAL yang diparkir di Himbara sejak September 2025, mengembalikan kendali likuiditas ke Bank Indonesia sebagai otoritas moneter, dipandu koordinasi KSSK.
  • Penempatan dana di Himbara terbukti mendongkrak pertumbuhan kredit dari stagnan menjadi 11,5 persen (yoy) per Mei 2026, justifikasi bahwa strategi fiskal tidak konvensional itu bekerja.
  • OJK dan ekonom mengingatkan potensi tekanan likuiditas di bank-bank BUMN pasca penarikan, meski kondisi perbankan dinilai masih cukup solid untuk menghadapi penyesuaian ini.
    Infografis: Penarikan Dana SAL Himbara ke Bank Indonesia
    Inilahdata.com
    Dokumen Kebijakan Fiskal-Moneter · No. 26/06/2026
    INFOGRAFIS DATA
    Dana di Himbara
    Rp0T
    Puncak penempatan SAL
    Total SAL Pemerintah
    Rp0T
    Per Juni 2026
    Pertumbuhan Kredit
    0.0%
    Mei 2026 (yoy)
    Kurs Rupiah
    Rp0
    Per 26 Jun 2026
    Kronologi Penempatan & Penarikan SAL
    Sep 2025
    +Rp200T
    5 bank Himbara
    (Mandiri, BNI, BRI, BTN, BSI)
    Nov–Des 2025
    +Rp76T
    Tambahan ke Mandiri, BNI, BRI & Bank Jakarta
    Des 2025
    −Rp75T
    Ditarik untuk kebutuhan belanja APBN akhir tahun
    Awal 2026
    +Rp100T
    Tambahan jelang Idulfitri, jaga likuiditas pasar
    Jun 2026 ●SEKARANG
    Ditarik Bertahap
    Kembali ke rekening kas BI, koordinasi KSSK
    Aliran Dana: Sebelum vs Sekarang
    Fase 2025–Awal 2026
    🏛️
    BI / Kas Negara
    SAL parkir
    Stimulasi kredit
    🏦
    Himbara
    Rp300 triliun
    Kredit tumbuh dari stagnan → 11,5% yoy Mei 2026
    Fase Sekarang (Jun 2026)
    🏛️
    BI / Kas Negara
    Likuiditas kembali
    Bertahap ↩
    🏦
    Himbara
    Likuiditas berkurang
    BI kembali kendalikan kebijakan moneter & likuiditas sepenuhnya
    Komposisi Dana SAL Pemerintah (Rp Triliun)
    Di Himbara Di Bank Indonesia
    Nilai Tukar Rupiah vs Dolar AS (2026)
    Jan 2026
    Rp 16.800
    Feb 2026
    Rp 17.100
    Mar 2026
    Rp 17.400
    Apr 2026
    Rp 17.650
    Mei 2026
    Rp 17.805
    Jun 2026
    Rp 17.978
    *Tekanan kurs jadi salah satu pemicu penataan ulang kebijakan
    Dampak & Risiko Potensial
    💹
    Kredit Perbankan
    Ruang likuiditas Himbara berpotensi menyusut. Cost of fund bisa naik, sehingga penyaluran kredit ke sektor produktif perlu sumber alternatif.
    Pantau
    🏛️
    Stabilitas Moneter
    BI kembali pegang kendali penuh atas likuiditas rupiah. Dapat membantu meredam spekulasi di pasar dan memperkuat sinyal kebijakan moneter.
    Positif
    📋
    Koordinasi KSSK
    Komite Stabilitas Sistem Keuangan memandu transisi agar fiskal dan moneter bergerak searah. OJK minta proses dilakukan secara bertahap.
    Terkoordinasi
    Pernyataan Pejabat
    “Sekarang kita mulai penataan kembali, ini sudah waktunya untuk yang masalah likuiditas, masalah moneter itu ada di Bank Indonesia.”
    Herman Saheruddin
    Dirjen Stabilitas & Pengembangan Sektor Keuangan, Kemenkeu — 25 Juni 2026
    “Ketika dana itu ditarik kembali, ruang likuiditas Himbara berkurang, biaya penghimpunan dana berpotensi naik, dan bank perlu lebih aktif mengganti sumber dana tersebut.”
    Josua Pardede
    Kepala Ekonom PermataBank — 25 Juni 2026

    GALERY

    Akurat berbasis data Update berita disini ⬇️
    YouTube meluncurkan buku panduan Digital Wellbeing Guidebook sebagai bentuk tanggung jawab platform digital dalam mengedukasi orang tua, sekaligus mendukung implementasi Permenkomdigi Nomor 9 Tahun 2026 dan PP TUNAS terkait perlindungan anak. Meutya Hafid menegaskan masih banyak orang tua yang membutuhkan panduan dalam mendampingi anak menggunakan media sosial, gim daring, dan layanan digital lainnya agar tetap aman di dunia digital. 
Buku panduan ini disusun bersama Rumah Universitas Indonesia, Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo, Kementerian Komunikasi dan Digital, serta para ahli. Tujuannya bukan membatasi akses teknologi, melainkan memastikan anak memanfaatkan teknologi secara aman, sehat, dan sesuai usia. www.inilahdata.com. #inilahdata #
     photo

    ADVERTISING

    Bagikan
    Beranda
    Bagikan
    Lainnya
    0%