Sabtu, 12 Sep 2026 - :
26 Jun 2026 - 08:51 | 407 Views | 0 Suka

Wacana Perluasan Bebas Visa Kunjungan Mandek, Kemenpar dan Imigrasi Beda Pandangan

17 mnt baca

Imigrasi: Jangan Buru-buru, Hitung Untung-Ruginya

Sikap berbeda datang dari Direktur Jenderal Imigrasi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Imipas), Hendarsam Marantoko. Ia meminta usulan penambahan negara penerima BVK dikaji ulang secara menyeluruh, bukan diputuskan secara terburu-buru.

Menurutnya, skema BVK yang kini berlaku bagi 16 negara masih cukup untuk menopang performa pariwisata nasional.

“Kebijakan bebas visa harus dilihat secara komprehensif, tidak hanya dari sisi jumlah kunjungan wisatawan, tetapi juga dampaknya terhadap keamanan, ekonomi, dan kepentingan nasional,” tegas Hendarsam.

Ia menyoroti soal kualitas turis yang masuk, karena menurutnya tidak sedikit wisatawan yang justru minim kontribusi ekonomi, terutama yang menggunakan penginapan murah atau tidak berizin resmi.

Hendarsam juga membandingkan dua periode: ketika BVK dibuka lebar pada 2016, devisa negara tak terkerek signifikan; sebaliknya, setelah kebijakan itu diperketat, pendapatan negara dari sektor ini justru tercatat naik.

“Biaya visa masuk ke Indonesia relatif terjangkau. Karena itu, kebijakan bebas visa perlu benar-benar mempertimbangkan manfaat yang diperoleh negara,” jelasnya.

Industri Wisata: Boleh Diperluas, tapi Tetap Selektif

Dari kalangan pelaku usaha, wacana perluasan BVK disambut sebagai sinyal positif, sejalan dengan tren yang sudah berjalan di negara-negara pesaing.

Sekretaris Jenderal Association of the Indonesian Tours and Travel Agencies (Asita), Budijanto Ardiansjah, menilai langkah ini bisa menjadi terobosan di tengah pariwisata yang tertekan akibat gejolak geopolitik Timur Tengah, apalagi sejumlah negara tetangga sudah lebih dulu menerapkan kebijakan serupa.

“Kami berharap pemerintah juga bisa melakukan beberapa hal baru, seperti kemudahan visa dan sebagainya itu harus mulai dilakukan karena beberapa negara lain juga sudah melakukan hal yang sama,” ujar Budijanto.

Meski begitu, ia menggarisbawahi bahwa perluasan ini harus tetap selektif. Negara yang diprioritaskan, menurutnya, adalah negara dengan potensi pasar besar namun risiko relatif rendah.

Ia menyebut Jepang, Amerika Serikat, sejumlah negara Eropa, Rusia, China, dan India sebagai kandidat yang layak dipertimbangkan untuk mendapat kemudahan akses lebih besar.

Selain itu, ia juga mengingatkan pentingnya proses penyaringan wisatawan asing untuk mengantisipasi risiko seperti penyelundupan orang, narkotika, maupun kejahatan lintas negara lainnya.

“Boleh lebih banyak, itu lebih baik, tetapi juga harus selektif. Beberapa negara memang harus tetap melalui screening,” tegas Budijanto.

Adagia — Kata Bijak
Latin

Memuat kutipan…

Kompilasi tokoh & filsuf dunia — InilahData.com
Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H — InilahData.com
PERINGATAN NASIONAL
1448 H
MEMPERINGATI
MAULID NABI
MUHAMMAD صلى الله عليه وسلم
RABIUL AWAL
12
RABIUL AWAL
1448 HIJRIAH
SELASA, 25 AGUSTUS 2026
Cinta kepada Rasul, Teladan Akhlak,
Rahmat bagi Semesta Alam.
Selamat Memperingati Maulid Nabi.
<div class=" quote"="">“Sesungguhnya aku diutus untuk menyempurnakan akhlak yang mulia.”
Bagikan
Beranda
Bagikan
Lainnya
0%