Jumat, 26 Jun 2026 - :
22 Jun 2026 - 10:02

Rupiah Terseret Tekanan Eksternal, Stimulus Fiskal Jadi Penyeimbang di Dalam Negeri

4 mnt baca

Inilahdata.com – Nilai tukar rupiah memulai pekan ini dengan catatan melemah. Pada pembukaan perdagangan Senin (22/6/2026), rupiah terkoreksi 0,12% ke level Rp17.812 per dolar AS, seiring dengan indeks dolar Amerika yang masih bertengger di zona kuat.

Kondisi serupa dialami mayoritas mata uang di kawasan Asia. Won Korea Selatan, baht Thailand, ringgit Malaysia, peso Filipina, yen Jepang, dolar Taiwan, dolar Singapura, hingga dolar Hong Kong semuanya tertekan.

Hanya yuan China yang mampu menguat, itupun dalam margin yang sangat tipis.

Ancaman Trump ke Iran Balik Gerus Sentimen Pasar

Tekanan terhadap aset berisiko ini tak lepas dari meredupnya optimisme pasar yang sempat membaik seiring sinyal de-eskalasi antara Amerika Serikat dan Iran.

Sentimen berbalik setelah Presiden AS Donald Trump kembali mengeluarkan ancaman keras, menegaskan bahwa Washington “tidak akan ragu mengambil tindakan militer terhadap Iran” apabila Hizbollah terus melancarkan serangan ke wilayah Israel.

Pernyataan itu langsung memicu pelarian modal ke aset-aset yang dianggap lebih aman. Dolar AS dan emas kembali diburu para investor, sementara mata uang negara berkembang, termasuk rupiah, menghadapi tekanan jual yang cukup signifikan.

Kekhawatiran pasar tak berhenti di situ. Potensi gangguan jalur distribusi energi global melalui Selat Hormuz kembali membayangi, dan hal itu turut menambah beban sentimen bagi pasar keuangan kawasan.

Pemerintah Gelontorkan Stimulus untuk Jaga Konsumsi

Di sisi domestik, pemerintah mengambil langkah aktif untuk menopang daya beli masyarakat. Di tengah sorotan terhadap kondisi fiskal nasional, pemerintah menyiapkan stimulus dengan total nilai yang tidak kecil.

Sebesar Rp472,2 miliar dialokasikan dalam skema insentif Pajak Pertambahan Nilai Ditanggung Pemerintah (PPN DTP) sebesar 100% untuk pembelian tiket pesawat domestik kelas ekonomi, dengan target penerima manfaat sebanyak 2,3 juta penumpang.

Tak hanya transportasi udara, pemerintah juga menyiapkan Rp190,5 miliar untuk program diskon tarif transportasi darat dan laut, dengan proyeksi penerima manfaat mencapai 3,07 juta orang.

Stimulus Terbatas, Nasib Rupiah Tetap di Tangan Sentimen Global

Paket stimulus ini dinilai dapat memberikan angin segar bagi konsumsi rumah tangga dalam jangka pendek, yang selama ini menjadi salah satu tumpuan utama pertumbuhan ekonomi nasional.

Namun demikian, para analis mengingatkan bahwa “dampaknya terhadap kepercayaan investor kemungkinan akan terbatas apabila tidak diiringi dengan perbaikan persepsi fiskal dan kepastian pembiayaan negara secara jangka panjang.”

Dengan kata lain, stimulus memang membantu meredam perlambatan konsumsi, namun nasib rupiah ke depan lebih banyak ditentukan oleh dinamika sentimen global dan arah kebijakan Bank Indonesia.

BI Naikkan Imbal Hasil SRBI untuk Jaga Daya Tarik Rupiah

Dalam upayanya mempertahankan minat investor terhadap aset rupiah, BI tercatat menaikkan imbal hasil Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) menjadi 7,74%, dari posisi sebelumnya 7,59%.

Langkah ini mengonfirmasi bahwa otoritas moneter masih perlu menawarkan premi yang lebih kompetitif, terlebih setelah BI Rate sebelumnya dinaikkan ke level 5,75%. (**)

GALERY

Akurat berbasis data Update berita disini ⬇️
YouTube meluncurkan buku panduan Digital Wellbeing Guidebook sebagai bentuk tanggung jawab platform digital dalam mengedukasi orang tua, sekaligus mendukung implementasi Permenkomdigi Nomor 9 Tahun 2026 dan PP TUNAS terkait perlindungan anak. Meutya Hafid menegaskan masih banyak orang tua yang membutuhkan panduan dalam mendampingi anak menggunakan media sosial, gim daring, dan layanan digital lainnya agar tetap aman di dunia digital. 
Buku panduan ini disusun bersama Rumah Universitas Indonesia, Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo, Kementerian Komunikasi dan Digital, serta para ahli. Tujuannya bukan membatasi akses teknologi, melainkan memastikan anak memanfaatkan teknologi secara aman, sehat, dan sesuai usia. www.inilahdata.com. #inilahdata #
 photo

ADVERTISING

Bagikan
Beranda
Bagikan
Lainnya
0%