Rupiah melemah 0,12% ke Rp17.812/US$ pada pembukaan Senin pagi, sejalan dengan tekanan terhadap mayoritas mata uang Asia akibat meningkatnya ketegangan geopolitik AS–Iran.
Pemerintah meluncurkan stimulus fiskal senilai total lebih dari Rp662 miliar dalam bentuk insentif PPN dan diskon transportasi untuk mendorong konsumsi domestik.
Stabilitas rupiah jangka panjang lebih bergantung pada sentimen global dan respons kebijakan BI, yang kini menaikkan imbal hasil SRBI ke 7,74% guna mempertahankan daya tarik aset rupiah.
Pasar Valuta Asing · 22 Juni 2026
Nilai Tukar USD/IDR · Pembukaan
Rp17.812/USD
▼ −0,12% · Senin Pagi
BI Rate
5,75%
SRBI Baru
7,74%
Indeks DXY
Kuat
Pergerakan Mata Uang Asia · Senin Pagi
−0,31%
KRW
−0,19%
MYR
−0,12%
IDR ★
−0,09%
JPY
−0,06%
SGD
+0,04%
CNY
Insentif PPN DTP Pesawat
Rp472,2 M
Target 2,3 juta penumpang
Diskon Transportasi Darat & Laut
Rp190,5 M
Target 3,07 juta penerima
Imbal Hasil SRBI
7,59%
→
7,74%
Naik dari posisi sebelumnya · BI Rate 5,75%
Sumber: Inilahdata.com · Bank Indonesia · Kementerian Keuangan RI · 22 Juni 2026