Minggu, 28 Jun 2026 - :
27 Jun 2026 - 13:31

Rp 498 Miliar Pertanian Musnah, Yohanes: Harita Group Segera Dilaporkan, Petinggi Perusahaan Harus Bertanggung Jawab

9 mnt baca

Inilahdata.com – Irman Larapa Arfani, 39 tahun, menghabiskan bertahun-tahun membangun kebunnya. Tujuh ratus pohon pala, dua ratus pisang, seratus dua puluh kelapa, tujuh ratus lima puluh coklat, dua ratus durian. Semua berada dalam satu wilayah yang kini tertutup lumpur merah setebal belasan sentimeter.

Ketika tim investigasi WALHI Maluku Utara dan Konsorsium Pengacara Lingkungan (KAPAL) Malut menghitung kerugiannya secara menyeluruh termasuk tanaman yang belum memasuki masa panen, angkanya mencapai Rp 94,9 miliar. Satu orang, satu banjir, hampir seratus miliar.

Tapi Irman bukan yang paling besar kerugiannya. Oktafir Jurumudi, 39 tahun, yang kehilangan lebih dari seratus pohon pala dalam satu lahan produktifnya, tercatat menanggung potensi kerugian hingga Rp 312 miliar ketika seluruh tanaman tahunannya diperhitungkan dalam satu siklus produksi penuh.

Inilah gambaran yang termuat dalam Laporan Forensik Peristiwa Banjir di Pulau Obi yang disusun WALHI Maluku Utara bersama KAPAL Malut, berdasarkan 31 wawancara terstruktur terhadap warga terdampak yang dilakukan pada 6–20 Agustus 2025.

Total estimasi kerugian pertanian yang berhasil dikompilasi dari sepuluh kepala keluarga petani di Desa Kawasi mencapai Rp 498,39 miliar, hampir setengah triliun rupiah, belum termasuk kerugian rumah tangga, biaya perbaikan, tanam ulang, dan pendapatan yang hilang selama masa pemulihan.

GALERY

Akurat berbasis data Update berita disini ⬇️
YouTube meluncurkan buku panduan Digital Wellbeing Guidebook sebagai bentuk tanggung jawab platform digital dalam mengedukasi orang tua, sekaligus mendukung implementasi Permenkomdigi Nomor 9 Tahun 2026 dan PP TUNAS terkait perlindungan anak. Meutya Hafid menegaskan masih banyak orang tua yang membutuhkan panduan dalam mendampingi anak menggunakan media sosial, gim daring, dan layanan digital lainnya agar tetap aman di dunia digital. 
Buku panduan ini disusun bersama Rumah Universitas Indonesia, Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo, Kementerian Komunikasi dan Digital, serta para ahli. Tujuannya bukan membatasi akses teknologi, melainkan memastikan anak memanfaatkan teknologi secara aman, sehat, dan sesuai usia. www.inilahdata.com. #inilahdata #
 photo

ADVERTISING

Bagikan
Beranda
Bagikan
Lainnya
0%