Rabu, 24 Jun 2026 - :
24 Jun 2026 - 16:02

Indonesia Tetap Berstatus Pasar Negara Berkembang Versi MSCI, Dapat Catatan Menohok

11 mnt baca

Mengenal MSCI Inc

Sebagai bagian dari konteks data, perlu dipahami siapa sebenarnya MSCI dan mengapa keputusannya begitu memengaruhi pasar modal banyak negara, termasuk Indonesia.

MSCI Inc., yang sebelumnya bernama Morgan Stanley Capital International, adalah perusahaan finansial asal Amerika Serikat yang berkantor pusat di New York City, tepatnya di gedung 7 World Trade Center, Manhattan.

Perusahaan ini merupakan penyedia global untuk indeks ekuitas, pendapatan tetap, indeks properti, alat analisis portofolio multi-aset, serta produk terkait ESG dan keuangan iklim, dan mengoperasikan sejumlah indeks andalan seperti MSCI World, MSCI Emerging Markets, dan MSCI All Country World (ACWI).

Bisnis utama MSCI adalah melisensikan indeks-indeksnya kepada reksa dana indeks seperti ETF, yang membayar fee sekitar 0,02 hingga 0,04 persen dari volume dana yang diinvestasikan untuk penggunaan indeks tersebut.

Skala pengaruhnya sangat besar: per 2025, dana senilai lebih dari 16,5 triliun dolar AS didasarkan pada indeks-indeks MSCI, angka yang menjelaskan mengapa setiap keputusan klasifikasi pasar MSCI bisa memicu pergerakan dana asing dalam skala besar di negara manapun yang dievaluasi. 

Dari sisi sejarah, akar bisnis ini bermula jauh sebelum nama MSCI dikenal luas. Pada 1968, Capital International mulai menerbitkan indeks yang mencakup pasar saham global di luar Amerika Serikat.

Sebelum pada 1986 Morgan Stanley melisensikan hak atas indeks tersebut dari Capital International dan memberi nama Morgan Stanley Capital International.

Perusahaan ini lalu mengakuisisi Barra Inc. pada 2004 membentuk MSCI Barra, sebelum Morgan Stanley memutuskan melepas kepemilikannya pada pertengahan 2007, yang diikuti penawaran umum saham perdana (IPO) sebagian saham pada November 2007, dan proses divestasi yang baru benar-benar selesai pada 2009.

Sejak itu, struktur kepemilikan MSCI Inc. sudah terpisah sepenuhnya dari Morgan Stanley, meski namanya tetap dipertahankan sebagai identitas merek. 

Saat ini, MSCI Inc. tercatat sebagai perusahaan publik yang bergerak di bidang penyediaan data riset, analitik, dan indeks berbasis teknologi, dengan segmen bisnis yang mencakup Index, Sustainability and Climate, Private Assets, hingga Private Capital Solutions.

Perusahaan ini terus memperluas portofolio layanannya, termasuk lewat akuisisi penyedia data aset privat Burgiss Group senilai 697 juta dolar AS pada Agustus 2023, serta rencana akuisisi terbaru di bidang data risiko iklim.

Pesaing utamanya di industri data dan indeks keuangan antara lain S&P Global, FactSet, dan Nasdaq. 

Bagi Indonesia, hubungan dengan MSCI bukan sekadar relasi pasif. Sebanyak 87 saham Indonesia tercatat masuk dalam indeks MSCI pada periode terbaru, berasal dari berbagai sektor strategis.

Mulai dari keuangan, energi, hingga ritel, menjadikan setiap keputusan klasifikasi dan rebalancing MSCI sebagai faktor yang punya pengaruh nyata terhadap arah pergerakan IHSG dan arus modal asing ke dalam negeri. (**)

Editor Inilahdata.com

GALERY

Akurat berbasis data Update berita disini ⬇️
YouTube meluncurkan buku panduan Digital Wellbeing Guidebook sebagai bentuk tanggung jawab platform digital dalam mengedukasi orang tua, sekaligus mendukung implementasi Permenkomdigi Nomor 9 Tahun 2026 dan PP TUNAS terkait perlindungan anak. Meutya Hafid menegaskan masih banyak orang tua yang membutuhkan panduan dalam mendampingi anak menggunakan media sosial, gim daring, dan layanan digital lainnya agar tetap aman di dunia digital. 
Buku panduan ini disusun bersama Rumah Universitas Indonesia, Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo, Kementerian Komunikasi dan Digital, serta para ahli. Tujuannya bukan membatasi akses teknologi, melainkan memastikan anak memanfaatkan teknologi secara aman, sehat, dan sesuai usia. www.inilahdata.com. #inilahdata #
 photo

ADVERTISING

Bagikan
Beranda
Bagikan
Lainnya
0%