Rabu, 24 Jun 2026 - :
23 Jun 2026 - 17:09

Purbaya Klaim Defisit APBN 2025 Turun Jadi 2,81%, Proyeksi 2026 Mendekati 2,9%

9 mnt baca
  • Berdasarkan LKPP yang telah diaudit BPK, defisit APBN 2025 tercatat 2,81 persen terhadap PDB, lebih rendah dari laporan sementara awal 2026 yang sebesar 2,93 persen, meski tetap melebar dari target awal 2,53 persen.
  • Purbaya memprakirakan defisit APBN 2026 mendekati 2,9 persen terhadap PDB dari target 2,68 persen, akibat kenaikan beban subsidi BBM dan listrik yang melonjak 208 persen secara tahunan hingga Mei 2026.
  • Meski disorot lembaga pemeringkat internasional, Purbaya menegaskan komitmen menjaga defisit di bawah 3 persen dan rasio utang di bawah 60 persen terhadap PDB, sembari membandingkan dengan negara lain yang defisitnya lebih tinggi.

    Inilahdata.com – Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa mengeklaim defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2025 menyusut menjadi 2,81 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB), berdasarkan hasil Laporan Keuangan Pemerintah Pusat (LKPP).

    Klaim ini disampaikan Purbaya dalam Rapat Kerja bersama Komite IV DPD RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin, (22/06/2026).

    Sebagai pembanding, angka sementara defisit APBN sampai 31 Desember 2025 yang telah disampaikan awal 2026 tercatat sebesar Rp695,1 triliun atau 2,93 persen terhadap PDB, hasil dari selisih antara penerimaan negara sebesar Rp2.756,3 triliun dan belanja Rp3.451,4 triliun.

    “Untuk 2025 kami bisa tekan di bawah 3% di 2,81% [terhadap PDB]. Sebelumnya kami umumkan 2,9%, ternyata lebih bagus daripada 2,9% ke 2,81%,” kata Purbaya dalam rapat tersebut.

    GALERY

    Akurat berbasis data Update berita disini ⬇️
    YouTube meluncurkan buku panduan Digital Wellbeing Guidebook sebagai bentuk tanggung jawab platform digital dalam mengedukasi orang tua, sekaligus mendukung implementasi Permenkomdigi Nomor 9 Tahun 2026 dan PP TUNAS terkait perlindungan anak. Meutya Hafid menegaskan masih banyak orang tua yang membutuhkan panduan dalam mendampingi anak menggunakan media sosial, gim daring, dan layanan digital lainnya agar tetap aman di dunia digital. 
Buku panduan ini disusun bersama Rumah Universitas Indonesia, Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo, Kementerian Komunikasi dan Digital, serta para ahli. Tujuannya bukan membatasi akses teknologi, melainkan memastikan anak memanfaatkan teknologi secara aman, sehat, dan sesuai usia. www.inilahdata.com. #inilahdata #
     photo

    ADVERTISING

    Bagikan
    Beranda
    Bagikan
    Lainnya
    0%