Rabu, 24 Jun 2026 - :
23 Jun 2026 - 17:09

Purbaya Klaim Defisit APBN 2025 Turun Jadi 2,81%, Proyeksi 2026 Mendekati 2,9%

9 mnt baca

Indonesia Disorot Lembaga Pemeringkat, Purbaya Heran

Di forum yang sama, Purbaya menyinggung sorotan dari lembaga pemeringkat internasional terhadap kebijakan defisit Indonesia, padahal menurutnya sejumlah negara lain mencatatkan defisit fiskal yang justru lebih tinggi.

“Padahal yang lain sudah di atas 3 persen, tapi kenapa hanya kita yang disorot? Saya juga agak bingung sebetulnya kenapa, tetapi nggak apa, kita stick ke disiplin yang mereka terapkan. Nanti kita tunjukan ke mereka bahwa yang terbaik adalah kita, negara lain harus contoh kita,” ujar Purbaya.

Ia menyebut negara-negara seperti Malaysia, Vietnam, India, dan Amerika Serikat memiliki defisit fiskal yang melampaui ambang 3 persen PDB.

Purbaya juga membandingkan rasio utang Indonesia dengan negara maju, dengan menyebut rasio utang Jepang mencapai sekitar 200 persen terhadap PDB, jauh di atas batas rasio utang Indonesia yang ditetapkan maksimal 60 persen.

“Kita mengambil tindakan itu bukan untuk menyusahkan ekonomi. Kita mengambil tindakan yang optimal. Menteri Keuangan itu mengambil tindakan yang optimal, bukan yang tidak optimal, sambil menjaga batasan-batasan ini karena kita dilihat oleh lembaga pemeringkat dunia bisa gak Indonesia menjaga defisitnya di bawah 3%,” kata Purbaya.

Satu Dekade Pergerakan Defisit APBN Indonesia

Klaim Purbaya soal defisit 2,81 persen perlu dilihat dalam konteks perjalanan fiskal Indonesia yang lebih panjang.

Data dari Kementerian Keuangan dan sejumlah laporan resmi menunjukkan defisit APBN Indonesia mengalami fluktuasi tajam dalam satu dekade terakhir.

Dari masa sebelum pandemi yang relatif terkendali, melonjak drastis akibat Covid-19, hingga proses konsolidasi fiskal yang berlangsung sejak 2022.

GALERY

Akurat berbasis data Update berita disini ⬇️
YouTube meluncurkan buku panduan Digital Wellbeing Guidebook sebagai bentuk tanggung jawab platform digital dalam mengedukasi orang tua, sekaligus mendukung implementasi Permenkomdigi Nomor 9 Tahun 2026 dan PP TUNAS terkait perlindungan anak. Meutya Hafid menegaskan masih banyak orang tua yang membutuhkan panduan dalam mendampingi anak menggunakan media sosial, gim daring, dan layanan digital lainnya agar tetap aman di dunia digital. 
Buku panduan ini disusun bersama Rumah Universitas Indonesia, Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo, Kementerian Komunikasi dan Digital, serta para ahli. Tujuannya bukan membatasi akses teknologi, melainkan memastikan anak memanfaatkan teknologi secara aman, sehat, dan sesuai usia. www.inilahdata.com. #inilahdata #
 photo

ADVERTISING

Bagikan
Beranda
Bagikan
Lainnya
0%