
Kaget Setelah Dilantik
Prabowo menceritakan, sejak dirinya dilantik sebagai Presiden RI, ia merasa kaget mendapati jumlah perusahaan pelat merah yang jauh melampaui perkiraannya. Semula ia mengira jumlah BUMN hanya berkisar 300 unit usaha.
Belakangan, ia mengetahui jumlahnya menembus 1.000 perusahaan, termasuk anak dan cucu usahanya.
Atas dasar itu, Prabowo menyebut pemerintah kini tengah berupaya merampingkan jumlah BUMN secara signifikan. Ia menyebut target akhirnya adalah menutup sekitar 700 hingga 800 perusahaan dari total yang ada.
“Kalau tidak salah kita ujungnya akan menutup kurang lebih 800 perusahaan negara. Minimal 700 lah,” ujarnya.
Beban Gaji Direksi dan Komisaris
Selain mencatatkan kinerja keuangan yang merugi, Prabowo menyoroti beban struktur organisasi BUMN yang menurutnya tidak proporsional. Dalam satu BUMN, ia mencontohkan, biasa terdapat delapan direksi dan komisaris yang membawa beban gaji besar bagi perusahaan.
“Anda bisa bayangkan itu kalau dihitung 4 direksi sama 4 komisaris. 8 kali 200, 1.600. Kalau gajinya masing-masing Rp50 juta per bulan, berapa itu? Ada gajinya yang bisa di atas itu, sudah rugi, minta bonus lagi,” jelas Prabowo.
Dalam upaya menutup ratusan BUMN tersebut, Prabowo menyebut pemerintah telah menghemat dana hingga triliunan rupiah, meski ia tidak merinci angka pasti penghematan tersebut dalam pidatonya di Bangkalan.