
Anatomi Penghematan
Kebijakan perampingan BUMN bergerak dalam dua jalur paralel: pemangkasan struktur organisasi di BUMN yang masih beroperasi, dan penutupan total bagi BUMN yang dianggap tidak lagi layak dipertahankan.
Pada jalur pertama, CEO Danantara Rosan Roeslani menjelaskan logika di balik penghapusan tantiem komisaris dalam Forbes Global CEO Conference 2025 di Hotel St. Regis, Jakarta Selatan, Selasa, (14/10/2025).
Ia menghitung, dengan asumsi 1.000 BUMN dan rata-rata lima komisaris per perusahaan, total ada sekitar 5.000 komisaris BUMN. Penghapusan tantiem bagi seluruh komisaris itu diperkirakan menghemat sekitar 500 juta dolar AS, atau setara Rp8,3 triliun per tahun.
“Jadi kita memiliki 1.000 perusahaan, katakanlah setiap perusahaan punya 5 komisaris, jika dikali 1.000, maka ada 5 ribu komisaris. Tapi kita menghemat setiap tahun itu 500 juta dolar AS hanya dengan melakukan ini,” kata Rosan.
Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad memberikan angka yang sedikit berbeda dalam keterangannya di Kompleks Parlemen, Senayan, Jumat, (15/08/2025).
Menurutnya, penghematan dari penghapusan tantiem ini bisa mencapai Rp17-18 triliun, sementara jumlah komisaris di setiap BUMN telah dipangkas lebih dari separuh.
“Lalu yang kedua memang tantiemnya ditiadakan. Dan itu, kalau saya tidak salah, ada penghematan sekitar Rp17-18 triliun dari tantiem-tantiem yang ada,” ujar Dasco.
Pada jalur kedua, penutupan dan konsolidasi BUMN itu sendiri, angka target yang disampaikan pemerintah berubah-ubah dari waktu ke waktu.
Saat pertama kali mengumumkan rencana ini di forum Forbes pada Oktober 2025, Prabowo menyebut kisaran 200 hingga 240 perusahaan sebagai jumlah ideal BUMN setelah perampingan. Sebulan kemudian, Managing Director Danantara Febriany Eddy menjelaskan alasan di balik target tersebut.
“Seribu lebih direct-indirect (induk dengan anak perusahaan) BUMN yang kita miliki, hampir setengah itu rugi. Perusahaan-perusahaan itu dulu dibuat dengan konteks yang sangat berbeda hari ini,” kata Febriany saat ditemui wartawatan di kantornya, Jumat, (14/11/2025).