
Target yang Terus Bergerak
Pernyataan Prabowo di Bangkalan pada Juni 2026 menunjukkan target kebijakan ini telah bergeser dari yang awalnya disampaikan.
Pada Oktober 2025, target akhir disebut 200-240 perusahaan tersisa dari 1.000 BUMN, artinya sekitar 760-800 BUMN yang akan ditutup atau dikonsolidasikan.
Pada Juni 2026, Prabowo menyebut realisasi penutupan sejauh ini sudah mencapai 240 BUMN, dengan target akhir penutupan kurang lebih 800 perusahaan, minimal 700.
Jika dibandingkan, kedua kerangka angka ini secara matematis cukup konsisten: target akhir tetap berkisar pada penyusutan dari sekitar 1.000 BUMN menjadi 200-300 perusahaan yang akan dipertahankan.
Realisasi 240 BUMN yang ditutup pada pertengahan 2026 menunjukkan proses ini telah berjalan sekitar 30 persen dari target minimal penutupan 700-800 perusahaan yang dicanangkan sejak akhir 2025.
Data Danantara pada Agustus 2025 juga mencatat tantangan tersendiri dalam proses ini.
Jumlah BUMN yang semula diperkirakan 700-800 perusahaan saat lembaga itu dibentuk, justru bertambah menjadi sekitar 1.050 perusahaan dalam pemantauan berikutnya.
Hal itu mengindikasikan bahwa pendataan menyeluruh atas portofolio BUMN, termasuk anak dan cucu usahanya, sendiri merupakan bagian dari pekerjaan rumah yang besar sebelum proses perampingan bisa dijalankan secara tuntas. (**)
Sumber: ANTARA News; NU Online; Risalah NU Online; Tempo.co; Kompas.com; CNBC Indonesia; Liputan6.com; IDN Times; DDTCNews; Koran BUMN; AyoBandung.com; Tribunnews Jatim; TVOne News; Astakom.com.