
Tambahan Anggaran Disetujui di Muka
Said menambahkan, dalam rangka mengantisipasi dinamika kebutuhan anggaran ke depan, Banggar DPR RI turut menyetujui usulan penambahan dana dari para menteri koordinator yang akan disampaikan saat memaparkan program kerjanya nanti.
Langkah ini diambil agar pembahasan tambahan anggaran tidak perlu dilakukan berulang kali di Badan Anggaran.
“Agar para Menko tidak bolak-balik datang ke Badan Anggaran, maka atas penambahan itu kita setujui hari ini,” pungkas Said.
Rapat kerja tersebut turut dihadiri oleh seluruh menteri koordinator beserta jajarannya, yakni Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan Djamari Chaniago.
Kemudian ada juga Menteri Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan Yusril Ihza Mahendra, Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan, Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono.
Termasuk Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Pratikno, serta Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat Abdul Muhaimin Iskandar.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyampaikan apresiasinya atas persetujuan yang diberikan parlemen.
“Saya apresiasi terhadap anggaran yang disebut oleh Bapak Ketua dan telah disetujui oleh Anggota Dewan yang terhormat. Dan angkanya sangat cocok Pak, titik dan komanya,” kata Airlangga.
Senada, Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat Abdul Muhaimin Iskandar menyampaikan terima kasih atas persetujuan pagu kementeriannya.
Menurutnya akan menjadi instrumen penting untuk memperkuat peran koordinasi dalam mengintegrasikan berbagai program pemberdayaan masyarakat lintas kementerian dan lembaga.
“Sehubungan dengan rencana anggaran yang sudah kami ajukan, dengan persetujuan usulan ini, kami ucapkan jazakumullah khairan, terima kasih,” ujar Muhaimin.
Sementara itu, Said menjelaskan pagu indikatif anggaran untuk masing-masing Kemenko itu disusun berdasarkan asumsi makro seperti pertumbuhan ekonomi, laju inflasi, nilai tukar rupiah, tingkat suku bunga, harga minyak per barel, lifting minyak dan gas bumi, hingga proyeksi defisit anggaran.