Minggu, 31 Mei 2026 - :
27 Mei 2026 - 19:38 | 46 Views | 0 Suka

MBG Dipangkas? Pemerintah Ubah Skema Distribusi Makan Gratis Jadi 5 Hari

2 mnt baca

Inilahdata.com – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kini mengalami penyesuaian pola distribusi sebagai bagian dari langkah efisiensi anggaran pemerintah. Meski demikian, Badan Gizi Nasional (BGN) memastikan perubahan tersebut tidak akan mengurangi kualitas makanan maupun nilai manfaat yang diterima peserta didik.

Wakil Kepala BGN Bidang Operasional Pemenuhan Gizi, Sony Sonjaya, mengatakan distribusi MBG yang sebelumnya dilakukan enam hari dalam sepekan kini diubah menjadi lima hari, mengikuti jadwal efektif kegiatan belajar di sekolah.

“Kami mendukung kebijakan efisiensi anggaran pemerintah. Salah satu penyesuaian yang dilakukan yakni mengubah pola distribusi MBG dari enam hari menjadi lima hari dalam seminggu,” ujar Sony dalam keterangan resminya, dikutip Rabu (27/5/2026).

Sistem Paket Libur Dihapus

Selain pengurangan hari distribusi, BGN juga menghentikan sistem bundling atau paket makanan untuk hari libur sekolah yang sebelumnya dibagikan lebih awal kepada siswa.

Sony menjelaskan, sebelumnya apabila terdapat hari libur di tengah pekan, makanan untuk hari tersebut akan dibagikan sekaligus pada hari sebelumnya dalam bentuk paket bawaan. Namun, pola tersebut kini dihentikan.

“Kalau sebelumnya saat ada libur di tengah minggu makanan dibagikan sekaligus dalam bentuk paket untuk dibawa pulang, sekarang mekanisme itu sudah tidak diterapkan lagi,” jelasnya.

Menurut BGN, distribusi kini difokuskan hanya pada hari aktif sekolah agar penyaluran bantuan lebih tepat sasaran dan makanan diterima dalam kondisi yang lebih baik.

Pemerintah Klaim Tak Ada Pengurangan Nilai Bantuan

BGN menegaskan efisiensi yang dilakukan hanya menyasar aspek tata kelola dan distribusi program, bukan mengurangi porsi maupun kualitas makanan bagi penerima manfaat.

“Tidak ada pengurangan nilai bantuan. Yang dilakukan hanyalah penyesuaian sistem distribusi supaya lebih efektif dan efisien,” kata Sony.

Kurangi Pemborosan, Jaga Kualitas Makanan

BGN menilai perubahan pola distribusi ini juga bertujuan menekan potensi pemborosan sekaligus menjaga kualitas makanan agar tetap layak konsumsi saat diterima siswa.

Selain mendukung penghematan anggaran negara, kebijakan tersebut diklaim akan membuat distribusi program lebih terukur, akuntabel, dan berkelanjutan.

BGN memastikan seluruh penyesuaian operasional dalam program MBG tetap mengutamakan pemenuhan gizi masyarakat serta optimalisasi manfaat bagi peserta didik di seluruh Indonesia. (**)

KURS

Akurat berbasis data Update berita disini ⬇️

GALERY FOTO

GALERY VIDEO

PARTNER

ADVERTISING

Bagikan
Beranda
Bagikan
Lainnya
0%