Jumat, 19 Jun 2026 - :
14 Jun 2026 - 21:01

Kejagung Dalami 26 Nama Baru dalam Kasus Dugaan Korupsi Program Makan Bergizi Gratis

2 mnt baca

3 Poin Penting

1. Kejagung mendalami 26 nama baru yang diserahkan Sony Sonjaya terkait dugaan korupsi Program Makan Bergizi Gratis.
2. Sony mengajukan status Justice Collaborator dan siap memberikan informasi tambahan kepada penyidik.
3. Kasus berfokus pada dugaan jual beli titik dapur SPPG, sementara Kejagung masih memverifikasi keterlibatan pihak-pihak yang disebut.

Inilahdata.com, JAKARTA – Kejaksaan Agung terus memperluas penyidikan kasus dugaan korupsi tata kelola Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Fokus terbaru penyidik mengarah pada 26 nama yang diserahkan oleh mantan Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Sony Sonjaya, dalam upaya mengungkap dugaan penyimpangan yang terjadi di program tersebut.

Direktur Penyidikan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus), Syarief Sulaeman Nahdi, mengatakan daftar nama yang diterima masih dalam tahap pendalaman dan belum dapat disimpulkan keterlibatannya. Penyidik akan melakukan verifikasi melalui pemeriksaan lanjutan, termasuk meminta keterangan langsung dari Sony Sonjaya.

Menurut Syarief, pemeriksaan terhadap Sony akan dilakukan dalam waktu dekat untuk mengonfirmasi informasi yang disampaikan dalam pengajuan status Justice Collaborator (JC). Melalui mekanisme tersebut, Sony menyatakan kesediaannya memberikan informasi tambahan terkait pihak-pihak yang diduga terlibat dalam perkara tersebut.

“Untuk nama-nama tadi masih kami pelajari. Dalam waktu dekat kami akan melakukan pemeriksaan terhadap tersangka SS untuk mengonfirmasi dari pengajuan JC yang disampaikan kepada kita,” ujar Syarief.

Kasus yang sedang ditangani Kejaksaan Agung berawal dari dugaan praktik jual beli titik dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dalam Program Makan Bergizi Gratis. Dugaan tersebut menjadi salah satu fokus utama penyidik dalam mengusut potensi penyimpangan tata kelola program pemerintah tersebut.

Di sisi lain, kuasa hukum Sony Sonjaya, Krisna Murti, membantah tuduhan yang menyebut kliennya sebagai aktor intelektual dalam kasus tersebut. Ia menegaskan Sony tidak bertindak sendiri, melainkan menjalankan berbagai aktivitas berdasarkan arahan pihak-pihak yang memiliki pengaruh besar.

Krisna mengaku memperoleh keterangan langsung dari kliennya mengenai tekanan yang dialami selama menjalankan tugas. Menurutnya, Sony merasa tidak memiliki ruang untuk menolak instruksi yang datang dari sejumlah figur yang disebut memiliki kekuatan dalam proyek tersebut.

Pihak Sony juga menyatakan komitmennya untuk bekerja sama dengan penyidik guna mengungkap dugaan penyimpangan tata kelola SPPG secara transparan. Mereka mengklaim telah menyerahkan sekitar 26 hingga 27 nama kepada Kejaksaan Agung sebagai bagian dari upaya membuka fakta-fakta baru dalam kasus tersebut.

Hingga saat ini, Kejaksaan Agung masih mempelajari seluruh informasi dan bukti yang tersedia sebelum menentukan langkah hukum lanjutan terhadap pihak-pihak yang disebut dalam perkara dugaan korupsi Program Makan Bergizi Gratis. (sat)

Editor Inilahdata.com

GALERY

Akurat berbasis data Update berita disini ⬇️
YouTube meluncurkan buku panduan Digital Wellbeing Guidebook sebagai bentuk tanggung jawab platform digital dalam mengedukasi orang tua, sekaligus mendukung implementasi Permenkomdigi Nomor 9 Tahun 2026 dan PP TUNAS terkait perlindungan anak. Meutya Hafid menegaskan masih banyak orang tua yang membutuhkan panduan dalam mendampingi anak menggunakan media sosial, gim daring, dan layanan digital lainnya agar tetap aman di dunia digital. 
Buku panduan ini disusun bersama Rumah Universitas Indonesia, Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo, Kementerian Komunikasi dan Digital, serta para ahli. Tujuannya bukan membatasi akses teknologi, melainkan memastikan anak memanfaatkan teknologi secara aman, sehat, dan sesuai usia. www.inilahdata.com. #inilahdata #
 photo

ADVERTISING

Bagikan
Beranda
Bagikan
Lainnya
0%