Sabtu, 13 Jun 2026 - :
8 Jun 2026 - 11:33

Multifinance Salurkan Pembiayaan Rp514 Triliun, Sektor Perdagangan Paling Rakus Modal

3 mnt baca
  • Perdagangan besar dan eceran mendominasi penyaluran pembiayaan multifinance pada April 2026 dengan nilai Rp90,69 triliun, disusul sektor penyewaan dan industri pengolahan.
  • Piutang pembiayaan industri multifinance tumbuh 2,08% secara tahunan menjadi Rp514,65 triliun, ditopang pembiayaan modal kerja yang melonjak 10,64%.
  • OJK mendorong perusahaan pembiayaan memperketat analisis kelayakan debitur dan menerapkan restrukturisasi secara selektif di tengah dinamika ekonomi yang belum sepenuhnya stabil.

Inilahdata.com – Industri pembiayaan atau multifinance terus menunjukkan denyut aktivitas yang stabil di tengah tekanan ekonomi global. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengungkapkan bahwa tiga sektor ekonomi mendominasi penyaluran pembiayaan pada April 2026, dengan perdagangan besar dan eceran mencatatkan angka tertinggi.

Kepala Eksekutif Pengawas Lembaga Pembiayaan, Perusahaan Modal Ventura, LKM, dan LJK Lainnya OJK, Agusman, merinci bahwa sektor perdagangan besar dan eceran menyerap pembiayaan senilai Rp90,69 triliun, atau berkontribusi sebesar 16,67% dari total piutang pembiayaan industri.

“Pada April 2026, tiga sektor ekonomi dengan penyaluran pembiayaan terbesar di industri multifinance yaitu sektor perdagangan besar dan eceran sebesar Rp90,69 triliun atau 16,67% dari total piutang pembiayaan,” ujar Agusman dalam lembar jawaban Rapat Dewan Komisioner (RDK) OJK Mei 2026, Minggu (7/6/2026).

Di bawahnya, sektor aktivitas penyewaan mencatat piutang sebesar Rp57,76 triliun atau 10,61% dari total, sementara industri pengolahan berkontribusi Rp53,70 triliun atau setara 9,87% dari keseluruhan piutang pembiayaan.

Rumah Tangga Tumbuh Paling Kencang

Menariknya, dari sisi pertumbuhan, sektor rumah tangga justru menjadi yang paling ekspansif. Per April 2026, piutang di segmen ini tumbuh 28,16% secara tahunan, jauh melampaui sektor-sektor lain yang lebih besar nominalnya.

Agusman menjelaskan bahwa lonjakan ini mencerminkan masih kuatnya kebutuhan masyarakat terhadap berbagai skema pembiayaan konsumsi dan multiguna. “Pertumbuhan tersebut antara lain didorong oleh masih tingginya kebutuhan pembiayaan masyarakat untuk berbagai kebutuhan konsumsi dan pembiayaan multiguna,” tuturnya.

Total Piutang Tembus Rp514 Triliun

Secara keseluruhan, total piutang pembiayaan industri multifinance pada April 2026 tercatat sebesar Rp514,65 triliun, tumbuh 2,08% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Pertumbuhan ini terutama ditopang oleh pembiayaan modal kerja yang ekspansinya mencapai 10,64% secara tahunan. Dibandingkan bulan sebelumnya, kenaikannya memang tipis, hanya 0,10% dari posisi Rp514,09 triliun pada Maret 2026.

Dari sisi kualitas aset, rasio non-performing financing (NPF) gross berada di angka 2,89%, sementara NPF net tercatat lebih rendah di level 0,78%. Adapun gearing ratio industri tercatat sebesar 2,14 kali, masih dalam batas yang terkendali.

OJK Ingatkan Prinsip Kehati-hatian

Di balik angka-angka pertumbuhan itu, OJK mengingatkan industri untuk tidak lengah. Agusman mendorong perusahaan pembiayaan agar memperketat proses seleksi debitur, mengawasi portofolio secara lebih intensif, dan memperkuat langkah mitigasi risiko.

“Serta penerapan restrukturisasi pembiayaan secara selektif sesuai prinsip kehati-hatian guna menjaga kualitas pembiayaan di tengah dinamika perekonomian,” tegasnya.

Pesan itu menjadi pengingat bahwa pertumbuhan yang sehat bukan hanya soal besaran angka, melainkan juga soal seberapa tangguh fondasi di baliknya. (**)

Editor Inilahdata.com

Akurat berbasis data Update berita disini ⬇️
YouTube meluncurkan buku panduan Digital Wellbeing Guidebook sebagai bentuk tanggung jawab platform digital dalam mengedukasi orang tua, sekaligus mendukung implementasi Permenkomdigi Nomor 9 Tahun 2026 dan PP TUNAS terkait perlindungan anak. Meutya Hafid menegaskan masih banyak orang tua yang membutuhkan panduan dalam mendampingi anak menggunakan media sosial, gim daring, dan layanan digital lainnya agar tetap aman di dunia digital. 
Buku panduan ini disusun bersama Rumah Universitas Indonesia, Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo, Kementerian Komunikasi dan Digital, serta para ahli. Tujuannya bukan membatasi akses teknologi, melainkan memastikan anak memanfaatkan teknologi secara aman, sehat, dan sesuai usia. www.inilahdata.com. #inilahdata #
 photo

GALERY FOTO

GALERY VIDEO

PARTNER

ADVERTISING

Bagikan
Beranda
Bagikan
Lainnya
0%