Sabtu, 06 Jun 2026 - :
5 Jun 2026 - 08:16 | 20 Views | 1 Suka

Rupiah Jebol Rp18.000 per Dolar AS, DPR Desak Segera Selamatkan Ekonomi

3 mnt baca

Inilahdata.com, JAKARTA – Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) menyoroti secara serius pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat yang terus berlanjut hingga menembus level psikologis Rp18.000 per dolar AS.

Pada perdagangan Kamis (4/6/2026), mata uang Garuda tercatat menyentuh Rp18.016 per dolar AS, sekaligus menjadi titik terlemah sepanjang sejarah. Kondisi ini memicu kekhawatiran mengenai dampaknya terhadap stabilitas ekonomi nasional, mulai dari kenaikan biaya impor hingga tekanan terhadap sektor industri dan daya beli masyarakat.

Menanggapi situasi tersebut, Wakil Ketua DPR RI, Saan Mustopa, meminta pemerintah bersama Bank Indonesia (BI) untuk segera mengambil langkah-langkah strategis guna mencegah pelemahan rupiah semakin dalam.

“Saya yakin pemerintah dalam hal ini kementerian-kementerian terkait sudah dan akan terus berupaya untuk bisa mencegah agar tren turunnya nilai tukar rupiah ini tidak semakin dalam,” ujar Saan dalam konferensi pers di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (4/6/2026).

Meski demikian, Saan menegaskan bahwa upaya penanganan harus dilakukan secara lebih serius dan terkoordinasi oleh seluruh otoritas yang memiliki kewenangan di bidang fiskal maupun moneter.

Menurutnya, tantangan yang dihadapi saat ini semakin besar mengingat pemerintah telah menetapkan target nilai tukar rupiah dalam Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (KEM-PPKF) tahun 2027 pada kisaran Rp16.800 hingga Rp17.500 per dolar AS.

“Untuk tahun 2027, pemerintah sudah mematok nilai tukar rupiah terhadap dolar di kisaran Rp16.800 sampai Rp17.500. Tentu untuk bisa mewujudkan target tersebut, kondisi yang terjadi hari ini harus benar-benar ditangani secara serius oleh seluruh otoritas yang bertanggung jawab,” katanya.

Senada dengan Saan, Wakil Ketua DPR RI lainnya, Cucun Ahmad Syamsurijal, menilai hingga kini belum terlihat langkah intervensi yang cukup agresif dari Bank Indonesia untuk meredam gejolak nilai tukar.

Karena itu, DPR mendorong adanya konsolidasi yang lebih kuat antara pemerintah dan Bank Indonesia agar kebijakan fiskal dan moneter berjalan searah dalam menghadapi tekanan eksternal maupun domestik.

“Ini perlu kita sikapi terkait pergerakan nilai tukar ini. DPR merekomendasikan kepada pemerintah, terutama Kementerian Keuangan, untuk segera melakukan konsolidasi fiskal-moneter dengan Bank Indonesia,” ujar Cucun.

Ia menekankan bahwa koordinasi yang solid antara Menteri Keuangan dan Bank Indonesia menjadi faktor penting untuk menjaga kepercayaan pasar dan menstabilkan pergerakan rupiah.

“Yang harus dilakukan segera sekarang, siapa pun yang menginisiasi, baik Menteri Keuangan maupun BI, adalah melakukan konsolidasi fiskal dan moneter dalam menghadapi fluktuasi nilai tukar rupiah ini,” tegasnya.

Pelemahan rupiah hingga menembus level Rp18.000 per dolar AS menjadi perhatian serius karena berpotensi meningkatkan beban impor bahan baku, biaya utang luar negeri, serta memicu tekanan inflasi. Oleh karena itu, DPR berharap pemerintah dan otoritas moneter dapat segera menghadirkan langkah nyata untuk menjaga stabilitas ekonomi nasional dan mengembalikan kepercayaan pasar terhadap mata uang Indonesia. (sat)

Penulis Berita

KURS

Akurat berbasis data Update berita disini ⬇️
Balapan GT World Challenge Europe (GTWCE) Endurance Cup di Sirkuit Monza, Italia, Minggu (31/5), dimulai dengan penuh drama. Kecelakaan beruntun sesaat setelah start bikin persaingan jadi nggak predictable sampai garis finish. Baca di www.inilahdata.com #inilahdata #gtworldchallenge
 photo

GALERY FOTO

GALERY VIDEO

PARTNER

ADVERTISING

Bagikan
Beranda
Bagikan
Lainnya
0%