Rabu, 29 Jul 2026 - :
13 Jul 2026 - 02:44 | 91 Views | 0 Suka

Gunung Sampah Bantargebang, Ketika Ancaman yang Sudah Lama Diperingatkan Meruntuhkan Nyawa

11 mnt baca
Jurnalisme Data · Krisis Sampah Jakarta

Longsor gunungan sampah di TPST Bantargebang pada 8 Maret 2026 merenggut tujuh nyawa dan membuka kembali persoalan lama: kawasan seluas 110,3 hektare ini telah menampung puluhan juta ton sampah selama 37 tahun lewat metode pembuangan terbuka yang kini dinyatakan darurat.

2026±80 JUTA TON
2015±55 JUTA TON
2005±28 JUTA TON
1989TITIK AWAL
Dasar TPST · 1989 Ketinggian puncak ± 50 meter
gulir untuk menelusuri datanya
Detik-Detik Kejadian

Saat truk mengantre, tanpa aba-aba lereng sampah runtuh

Hujan lebat berkepanjangan melemahkan struktur tumpukan sampah di Zona 4, hingga akhirnya ambruk menimpa truk-truk yang tengah membongkar muatan.

14.30 WIB
Longsor terjadi saat lima truk sampah dan satu warung tertimbun material yang runtuh di Zona 4.
8–9 Mar
336 personel gabungan SAR dikerahkan bersama alat berat, anjing K9, dan drone thermal.
9 Mar, 23.30
Korban terakhir ditemukan; operasi SAR resmi ditutup dengan 7 tewas, 6 selamat dari 13 orang tertimbun.
Reaksi Pemerintah Pusat

"Darurat sistemik" yang telanjur memakan korban

Menteri Lingkungan Hidup saat itu menegaskan bahwa metode pembuangan terbuka di Bantargebang sudah melanggar undang-undang dan tidak lagi menjamin keselamatan manusia.

"

TPST Bantargebang harus menjadi pelajaran bagi kita semua untuk segera melakukan perbaikan, demi keselamatan manusia dan kelestarian lingkungan.

Hanif Faisol Nurofiq · Menteri Lingkungan Hidup RI (saat kejadian)
Beban yang Tak Pernah Surut

Lebih dari 7.000 ton sampah tiba setiap hari

Data Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta menunjukkan volume kiriman sampah ke Bantargebang terus berada di level kritis sepanjang beberapa tahun terakhir.

7.354 ton

Rata-rata sampah harian yang dikirim ke Bantargebang sepanjang 2025, setara 2,68 juta ton per tahun.

7.734 ton

Puncak pengiriman harian tertinggi dalam satu dekade terakhir, tercatat pada 2024.

1.233 rit

Rata-rata ritase truk pengangkut sampah per hari pada 2025 — turun dari rekor 1.331 rit di 2019.

Isi di Balik Gunungan

Sisa makanan mendominasi, nyaris separuh dari semuanya

Tanpa pemilahan sejak dari sumber, komposisi ini pula yang membuat sampah organik menguap menjadi gas metana dalam volume besar.

Sisa makanan 43%
Plastik 28%
Kain 8%
Lainnya 21%

Sumber sampah Jakarta secara keseluruhan didominasi rumah tangga (56,67%), diikuti pasar (13,7%) dan perniagaan (7,58%) — namun hanya 31,47% yang benar-benar terkelola sistematis; sisanya, 68,53%, berakhir tanpa pengelolaan bermanfaat.

Dari Bekasi ke Panggung Dunia

Penyumbang metana terbesar kedua di planet ini

Riset Emmett Institute, UCLA School of Law (April 2026), memakai citra satelit Tanager-1 dan instrumen EMIT milik NASA untuk memetakan lokasi pembuangan sampah dengan emisi metana ekstrem di dunia.

1 · Campo de Mayo, Argentina7,6 t/jam
2 · TPST Bantargebang, Indonesia6,3 t/jam

Emisi sebesar 5 ton metana per jam dalam setahun setara dampak pemanasannya dengan operasional satu juta kendaraan SUV, atau pembangkit listrik tenaga batu bara berkapasitas 500 megawatt.

"

Gas metan itu bocor karena tidak dikelola dengan baik, prosesnya masih open dumping. Masalahnya ini kan dicampur — yang anorganik tidak terpakai, sedangkan yang organik menguap jadi gas metan, itu yang bahaya.

Sony Teguh Trilaksono · Pegiat Lingkungan
Adagia — Kata Bijak
Latin

Memuat kutipan…

Kompilasi tokoh & filsuf dunia — InilahData.com
Juli 2026
S S R K J S M
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
2728293031  
Bagikan
Beranda
Bagikan
Lainnya
0%