
Longsor gunungan sampah di TPST Bantargebang pada 8 Maret 2026 merenggut tujuh nyawa dan membuka kembali persoalan lama: kawasan seluas 110,3 hektare ini telah menampung puluhan juta ton sampah selama 37 tahun lewat metode pembuangan terbuka yang kini dinyatakan darurat.
Hujan lebat berkepanjangan melemahkan struktur tumpukan sampah di Zona 4, hingga akhirnya ambruk menimpa truk-truk yang tengah membongkar muatan.
Menteri Lingkungan Hidup saat itu menegaskan bahwa metode pembuangan terbuka di Bantargebang sudah melanggar undang-undang dan tidak lagi menjamin keselamatan manusia.
TPST Bantargebang harus menjadi pelajaran bagi kita semua untuk segera melakukan perbaikan, demi keselamatan manusia dan kelestarian lingkungan.
Data Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta menunjukkan volume kiriman sampah ke Bantargebang terus berada di level kritis sepanjang beberapa tahun terakhir.
Rata-rata sampah harian yang dikirim ke Bantargebang sepanjang 2025, setara 2,68 juta ton per tahun.
Puncak pengiriman harian tertinggi dalam satu dekade terakhir, tercatat pada 2024.
Rata-rata ritase truk pengangkut sampah per hari pada 2025 — turun dari rekor 1.331 rit di 2019.
Tanpa pemilahan sejak dari sumber, komposisi ini pula yang membuat sampah organik menguap menjadi gas metana dalam volume besar.
Sumber sampah Jakarta secara keseluruhan didominasi rumah tangga (56,67%), diikuti pasar (13,7%) dan perniagaan (7,58%) — namun hanya 31,47% yang benar-benar terkelola sistematis; sisanya, 68,53%, berakhir tanpa pengelolaan bermanfaat.
Riset Emmett Institute, UCLA School of Law (April 2026), memakai citra satelit Tanager-1 dan instrumen EMIT milik NASA untuk memetakan lokasi pembuangan sampah dengan emisi metana ekstrem di dunia.
Emisi sebesar 5 ton metana per jam dalam setahun setara dampak pemanasannya dengan operasional satu juta kendaraan SUV, atau pembangkit listrik tenaga batu bara berkapasitas 500 megawatt.
Gas metan itu bocor karena tidak dikelola dengan baik, prosesnya masih open dumping. Masalahnya ini kan dicampur — yang anorganik tidak terpakai, sedangkan yang organik menguap jadi gas metan, itu yang bahaya.
Halaman : 1 2