
Inilahdata.com, JAKARTA – Timnas Indonesia mengakhiri penantian panjang selama 38 tahun untuk meraih kemenangan atas Oman setelah menang telak 3-0 dalam laga FIFA Matchday di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, Jumat (5/6/2026) malam.

Kemenangan bersejarah skuad Garuda ditentukan melalui gol Justin Hubner pada menit ke-13, Ole Romeny menit ke-28, dan Ragnar Oratmangoen menit ke-55.
Sejak peluit awal dibunyikan, Indonesia langsung tampil agresif. Peluang pertama hadir pada menit ketujuh ketika Nathan Tjoe-A-On menyambut umpan Rizky Ridho dengan sundulan keras. Namun, kiper Oman Ahmed Faraj masih mampu melakukan penyelamatan gemilang.
Tekanan Indonesia akhirnya membuahkan hasil pada menit ke-13. Berawal dari tendangan bebas Nathan Tjoe-A-On dari sisi kiri, Justin Hubner berhasil menyundul bola ke dalam gawang Oman untuk membawa Indonesia unggul 1-0.

Setelah gol tersebut, Indonesia terus mendominasi permainan. Beckham Putra sempat mengancam gawang Oman, tetapi upayanya masih mampu digagalkan Ahmed Faraj.
Keunggulan Garuda bertambah pada menit ke-28 melalui Ole Romeny. Striker naturalisasi itu sukses memanfaatkan umpan panjang akurat Rizky Ridho sebelum melepaskan tembakan mendatar yang gagal diantisipasi kiper Oman. Indonesia memimpin 2-0.
Oman memperoleh peluang emas untuk memperkecil ketertinggalan pada menit ke-38 setelah Hubner melakukan pelanggaran di area berbahaya. Namun, tendangan Hatem Sultan berhasil ditepis Emil Audero. Skor 2-0 bertahan hingga turun minum.
Memasuki babak kedua, pelatih John Herdman menarik keluar Hubner dan memasukkan Dony Tri Pamungkas. Pergantian tersebut tidak mengubah ritme permainan Indonesia yang tetap tampil dengan pressing tinggi.
Gol ketiga Indonesia lahir pada menit ke-55. Akselerasi Ivar Jenner dari lini tengah diakhiri dengan umpan silang yang diterima Ragnar Oratmangoen. Meski peluang pertamanya ditepis Ahmed Faraj, Ragnar berhasil menyambar bola rebound untuk mengubah skor menjadi 3-0.
Oman berusaha bangkit dan hampir mencetak gol pada menit ke-66 melalui Abdullah Fawaz. Bola sempat berubah arah setelah membentur pemain belakang Indonesia, namun Emil Audero menunjukkan refleks luar biasa untuk menggagalkan peluang tersebut.
Indonesia nyaris menambah gol lewat serangan balik cepat yang melibatkan Dony Tri Pamungkas, Ole Romeny, dan Yakob Sayuri. Sayangnya, penyelesaian akhir Ole masih mampu diblok lini pertahanan Oman.
Menjelang akhir pertandingan, Herdman memberikan kesempatan debut kepada Matthew Baker pada menit ke-80. Pemain berusia 17 tahun itu menjadi pemain termuda dalam skuad senior Indonesia yang tampil pada laga tersebut.
Hingga peluit panjang berbunyi, tidak ada tambahan gol. Indonesia menutup pertandingan dengan kemenangan meyakinkan 3-0 sekaligus memutus rekor buruk tidak pernah menang atas Oman selama 38 tahun.
Meski puas dengan hasil tersebut, Herdman meminta para pemainnya untuk tetap membumi dan tidak terlena dengan kemenangan.
“Kami harus tetap rendah hati dan melupakan kemenangan ini. Kami harus terus meningkatkan kualitas,” ujar Herdman usai pertandingan.
Pelatih asal Kanada itu menilai timnya masih memiliki banyak ruang untuk berkembang meskipun tampil dominan sepanjang laga.
“Ada banyak ruang untuk berkembang. Ini sangat penting bagi kami. Ini malam yang indah, tapi sulit untuk menunjuk satu pemain yang performanya paling bagus,” katanya.
Herdman juga mengapresiasi dukungan luar biasa suporter yang memenuhi Stadion Gelora Bung Karno.
“Terima kasih banyak kepada semua penggemar. Mereka menakjubkan malam ini,” ucapnya.
“Melihat ini rasanya emosional ketika semua penggemar hadir di stadion. Lihat saja semangat negara ini terhadap sepak bola. Kami berharap bisa terus berkembang,” pungkas Herdman. (sat)