
Kekhawatiran soal Investasi dan Daya Tarik Pasar
Selain dari sisi performa keuangan aplikator, kontroversi lain datang dari kalangan pemodal asing yang mengelola aset di sektor ride-hailing.
Sebuah asosiasi pemodal asing yang disebut dengan nama Modantara menyampaikan kekhawatiran bahwa pembatasan komisi hingga 8 persen, yang disebut berpotensi menjadi yang terendah di dunia.
Hal ini mengingat rata-rata platform fee global untuk layanan ride-hailing dan delivery berkisar 15-30 persen — dapat berdampak negatif terhadap daya tarik Indonesia sebagai destinasi investasi.
Di sisi lain, perhatian pasar juga tertuju pada wacana masuknya dana investasi negara melalui Danantara Indonesia ke sektor ride-hailing.
Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad sebelumnya menyebut adanya kemungkinan Danantara mengakuisisi saham di Grab maupun GoTo, sebuah wacana yang turut menambah dinamika spekulasi pasar terhadap masa depan kedua perusahaan di tengah tekanan regulasi baru ini.
Meski menghadapi tekanan tersebut, sejumlah ekonom menilai keberlangsungan bisnis GoTo dan Grab tidak akan otomatis terancam.
Pengamat ekonomi digital yang dikutip pada akhir Mei 2026 menyebut kekuatan utama GoTo bukan hanya dari layanan transportasi, melainkan ekosistem digital terintegrasi yang mencakup fintech, logistik, dan layanan merchant.
Sebagai gambaran, pendapatan bersih lini fintech GoTo sepanjang 2025 tumbuh 62 persen menjadi Rp5,8 triliun, dan perusahaan ini mencatatkan laba bersih untuk pertama kalinya pada kuartal I 2026, bantalan finansial yang dinilai dapat menahan dampak tekanan komisi di segmen transportasi roda dua.
Sumber: ANTARA News; Kompas.com; Bisnis.com; Suara.com; SWA.co.id; Kontan.co.id; Cobisnis.com; Indopremier.com (mengutip riset Macquarie); detikOto; Tempo.co; Espos.id; Wartaekonomi.co.id; BeritaJatim.com.