Kamis, 18 Jun 2026 - :
15 Jun 2026 - 15:23

Drama 24 Jam Le Mans! WRT 32 Sempat Intip Podium, Penalti Akhir Paksa Sean Gelael Finis Ketujuh

3 mnt baca

3 Poin Penting:

  1. WRT 32 sempat naik ke posisi ketiga dan membuka peluang podium di kelas LMGT3.
  2. Strategi panjang Darren Leung dan kerja keras Sean Gelael-Farfus membawa tim bangkit dari posisi ke-16.
  3. Penalti drive through akibat pelanggaran Slow Zone membuat WRT 32 finis di posisi ketujuh.

Inilahdata.com, LE MANS – Team WRT 32 nyaris menutup penampilan mereka di 24 Hours of Le Mans 2026 dengan hasil podium yang gemilang. Namun, drama penalti di penghujung lomba membuat perjuangan Sean Gelael bersama Augusto Farfus dan Darren Leung harus berakhir dengan finis di posisi ketujuh kelas LMGT3.

Sejak balapan dimulai di Circuit de la Sarthe, Sabtu (13/6), WRT 32 tampil dengan strategi yang telah dipersiapkan secara matang. Augusto Farfus dipercaya sebagai pebalap pembuka dan sukses menjaga mobil BMW M4 GT3 tetap berada di jalur persaingan papan atas.

Strategi tim berjalan sesuai rencana ketika Farfus menyerahkan kemudi kepada Darren Leung dalam posisi kompetitif. Bahkan, tim sempat bertahan di zona podium pada fase awal balapan.

Peran Leung menjadi salah satu kunci utama perjalanan WRT 32. Awalnya, pebalap Inggris itu hanya dijadwalkan menjalani dua stint. Namun, konsistensi catatan waktunya membuat tim terus memperpanjang masa tugasnya hingga lima stint sekaligus.

“Rencana A1 adalah saya double stint, lalu A2 empat stint, dan tim melihat ada peluang untuk menjalankan stint kelima dan itulah yang kami lakukan,” kata Leung.

Keputusan tersebut diambil karena performa Leung dinilai sangat stabil dibanding para pebalap Bronze lainnya. Bahkan, Sean Gelael harus menunggu lebih dari 10 jam sebelum akhirnya mendapatkan giliran mengemudi.

Momentum balapan berubah ketika insiden yang melibatkan Francesco Castelacci dari AF Corse 54 dan Giammarco Levorato dari Proton Competition 88 memaksa Safety Car masuk ke lintasan. Situasi ini justru menjadi pukulan bagi WRT 32.

Saat melakukan pit stop dalam periode Safety Car, mobil WRT 32 harus menunggu lebih lama di pintu keluar pit hingga rangkaian mobil Safety Car melintas. Akibatnya, posisi mereka melorot dari persaingan 10 besar hingga terlempar ke urutan ke-16.

Setelah jatah mengemudi Leung terpenuhi, Sean Gelael akhirnya turun ke lintasan pada pukul 02.20 dini hari waktu setempat. Bersama Farfus, Sean memikul tanggung jawab besar untuk membawa tim kembali ke barisan depan.

Perlahan namun pasti, duet Sean dan Farfus berhasil memangkas jarak dengan para pesaing. Dari posisi ke-16, WRT 32 merangkak naik hingga kembali masuk 10 besar.

Keberuntungan kemudian datang ketika Ayhancan Guven dari Manthey DK Engineering 91 mengalami kecelakaan yang memunculkan Safety Car kedua. Kali ini, situasi netralisasi balapan menguntungkan WRT 32 dan membawa mereka melonjak hingga posisi ketiga.

Harapan meraih podium pun kembali terbuka lebar.

Sayangnya, mimpi tersebut tidak bertahan lama. WRT 32 menerima penalti drive through akibat pelanggaran prosedur Slow Zone. Hukuman itu membuat posisi mereka kembali merosot dan menghapus peluang finis di tiga besar.

Setelah bertarung selama 24 jam penuh, WRT 32 akhirnya menyelesaikan balapan di posisi ketujuh kelas LMGT3.

Kemenangan kelas LMGT3 menjadi milik TF Sport 33 dengan Corvette. Sementara di kelas Hypercar, Toyota berhasil mengakhiri dominasi Ferrari di Le Mans 2026. Adapun Inter Europol Competition 43 keluar sebagai pemenang di kelas LMP2.

Meski gagal meraih podium, perjuangan Sean Gelael dan rekan-rekannya menunjukkan daya juang luar biasa setelah mampu bangkit dari posisi ke-16 hingga kembali bersaing di papan atas salah satu balapan paling bergengsi di dunia. (sat)

Editor Inilahdata.com

GALERY

Akurat berbasis data Update berita disini ⬇️
YouTube meluncurkan buku panduan Digital Wellbeing Guidebook sebagai bentuk tanggung jawab platform digital dalam mengedukasi orang tua, sekaligus mendukung implementasi Permenkomdigi Nomor 9 Tahun 2026 dan PP TUNAS terkait perlindungan anak. Meutya Hafid menegaskan masih banyak orang tua yang membutuhkan panduan dalam mendampingi anak menggunakan media sosial, gim daring, dan layanan digital lainnya agar tetap aman di dunia digital. 
Buku panduan ini disusun bersama Rumah Universitas Indonesia, Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo, Kementerian Komunikasi dan Digital, serta para ahli. Tujuannya bukan membatasi akses teknologi, melainkan memastikan anak memanfaatkan teknologi secara aman, sehat, dan sesuai usia. www.inilahdata.com. #inilahdata #
 photo

ADVERTISING

Bagikan
Beranda
Bagikan
Lainnya
0%