Minggu, 21 Jun 2026 - :
21 Jun 2026 - 16:06

Masalah Pemadaman Listrik Akibat Kurangnya Pasokan Batu Bara, Bahlil Bilang Begini

8 mnt baca
  • Bahlil Lahadalia membantah pemadaman listrik disebabkan kurangnya pasokan batu bara, karena dari kebutuhan 154 juta ton, pemerintah sudah menugaskan penyediaan 180–190 juta ton dengan 134 juta ton sudah dikontrak.
  • Menurut Bahlil, akar masalah ada pada aspek teknis distribusi dan logistik internal PLN, sehingga ia meminta PLN segera membenahi persoalan tersebut dan telah berkomunikasi langsung dengan Dirut PLN Darmawan Prasodjo.
  • Dirut PLN Darmawan Prasodjo meminta maaf atas pemadaman bergilir di Pulau Jawa, yang dipicu gangguan teknis pada dua PLTU milik produsen listrik swasta (IPP) sehingga tidak bisa memasok listrik ke sistem kelistrikan Jawa.
0
per tahun
Kebutuhan batu bara PLN
0
penugasan
Ditugaskan Dirjen Minerba
0
kontrak
Sudah terkontrak
0
sisa
Sisa pasokan
✓ Bukan Kekurangan
Akar Masalah: Teknis, Bukan Pasokan
PLTU IPP 1
Gangguan teknis
PLTU IPP 2
Gangguan teknis
Pemadaman Bergilir
Pulau Jawa
Sumber: Menteri ESDM Bahlil Lahadalia & Dirut PLN Darmawan Prasodjo — keterangan resmi & konferensi pers, 21 Juni 2026

Inilahdata.com - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia buka suara mengenai akar persoalan di balik pemadaman listrik bergilir yang terjadi di sejumlah wilayah Indonesia belakangan ini.

Ia menepis anggapan yang menyebut minimnya pasokan batu bara ke pembangkit sebagai biang keladi dari pemadaman tersebut.

Menurut Bahlil, total kebutuhan batu bara PT PLN (Persero) berada di kisaran 154 juta ton per tahun.

Untuk memenuhi kebutuhan itu, pemerintah melalui Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara (Minerba) sudah menugaskan perusahaan-perusahaan batu bara nasional untuk menyediakan pasokan sebanyak 180 juta hingga 190 juta ton, dengan 134 juta ton di antaranya sudah terikat kontrak.

"Kebutuhan batu bara PLN itu totalnya 154 juta ton. Dari situ, Dirjen Minerba sudah menugaskan perusahaan-perusahaan batu bara nasional untuk menyediakan 180 sampai 190 juta ton, dan 134 juta ton di antaranya sudah masuk kontrak. Jadi sisanya tinggal sekitar 18 juta ton saja. Lalu di mana letak kekurangannya?" ujar Bahlil, sebagaimana dikutip dari keterangan resmi, Minggu (21/6/2026).

Dari perhitungan tersebut, Bahlil menegaskan bahwa pasokan batu bara sejatinya masih jauh dari kata minus. Ia menyimpulkan, sumber utama persoalan pemadaman bergilir lebih mengarah ke aspek teknis distribusi serta tata kelola logistik internal di tubuh PLN, bukan pada keterbatasan pasokan batu bara yang menjadi domain pemerintah.

Atas dasar itu, Bahlil mengaku sudah meminta PLN untuk segera membenahi persoalan teknis yang memicu pemadaman, sekaligus memperkuat sistem pengawasan dan langkah mitigasi operasional ke depan.

PLN juga didorong untuk segera mengambil tindakan yang terukur dan menyeluruh, agar gangguan pemadaman yang terjadi belakangan ini tidak terulang kembali.

Ia menilai, evaluasi total terhadap sistem operasional menjadi kunci agar layanan kelistrikan kembali berjalan optimal dan masyarakat tidak lagi dirugikan oleh gangguan serupa.

"Saya dapat informasi bahwa di beberapa daerah memang terjadi pemadaman bergilir. Saya minta PLN segera mengambil langkah yang terukur dan menyeluruh, supaya pelanggan tidak lagi mengalami pemadaman. Intinya, segera selesaikan persoalan teknis ini, sebab semua urusan teknis itu kewenangan dan kendalinya ada di PLN," tegasnya.

Bahlil menambahkan, ia juga sudah berkomunikasi langsung dengan Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo, untuk mendorong percepatan langkah-langkah penanganan yang lebih terukur, sehingga sistem kelistrikan nasional bisa segera kembali normal.

PLN Minta Maaf, Sebut Dua PLTU Swasta Bermasalah

Sebelum pernyataan Bahlil tersebut, Direktur Utama PT PLN (Persero) Darmawan Prasodjo lebih dulu menyampaikan permintaan maaf atas pemadaman listrik bergilir yang terjadi di Pulau Jawa, yang menurutnya dipicu oleh gangguan teknis sekaligus kendala pasokan batu bara ke pembangkit listrik tenaga uap (PLTU).

"Atas nama PT PLN, kami menyampaikan permohonan maaf sebesar-besarnya atas pemadaman bergilir yang terjadi di Pulau Jawa," kata Darmawan dalam video konferensi pers yang dirilis pihak PLN.

Darmawan menjelaskan, sistem kelistrikan di Pulau Jawa saat ini tengah menghadapi tantangan akibat gangguan teknis pada dua unit pembangkit besar yang dimiliki dan dioperasikan oleh produsen listrik swasta atau independent power producer (IPP).

Kedua PLTU tersebut, kata dia, saat ini tidak dapat memasok listrik ke sistem kelistrikan Jawa, sehingga turut berkontribusi terhadap terjadinya pemadaman bergilir di sejumlah daerah. (**)

Editor Inilahdata.com

GALERY

Akurat berbasis data Update berita disini ⬇️
YouTube meluncurkan buku panduan Digital Wellbeing Guidebook sebagai bentuk tanggung jawab platform digital dalam mengedukasi orang tua, sekaligus mendukung implementasi Permenkomdigi Nomor 9 Tahun 2026 dan PP TUNAS terkait perlindungan anak. Meutya Hafid menegaskan masih banyak orang tua yang membutuhkan panduan dalam mendampingi anak menggunakan media sosial, gim daring, dan layanan digital lainnya agar tetap aman di dunia digital. 
Buku panduan ini disusun bersama Rumah Universitas Indonesia, Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo, Kementerian Komunikasi dan Digital, serta para ahli. Tujuannya bukan membatasi akses teknologi, melainkan memastikan anak memanfaatkan teknologi secara aman, sehat, dan sesuai usia. www.inilahdata.com. #inilahdata #
 photo

ADVERTISING

Bagikan
Beranda
Bagikan
Lainnya
0%