Sabtu, 13 Jun 2026 - :
13 Apr 2026 - 09:30

Gen-Z Mulai Tinggalkan Google untuk Cari Berita

2 mnt baca

TikTok kini digunakan tidak hanya sebagai media hiburan, tapi juga menjadi tempat untuk mencari dan mendapatkan berita.
Hal ini terungkap dalam studi dari lembaga riset Pew Research Center yang bertajuk More Americans – especially young adults – are regularly getting news on TikTok.

Survei ini dilakukan dengan melibatkan 10.658 warga Amerika Serikat usia 18 tahun dan lebih tua, yang dilakukan dari 15 Juli hingga 4 Agustus 2024.

Dari survei tersebut, pengguna TikTok secara khusus, sekitar separuhnya (52%) kini mengatakan mereka rutin mendapatkan berita di sana, naik dari 43% pada tahun 2023 dan 22% pada tahun 2020.

Jika dilihat berdasarkan usia, jumlah orang dewasa yang mengaku rutin mendapatkan berita dari TikTok meningkat sekitar lima kali lipat hanya dalam kurun waktu empat tahun, dari 3 persen pada tahun 2020 menjadi 17 persen pada tahun 2024.

Sementara usia dewasa muda juga menonjol dalam hal mengakses TikTok untuk mendapatkan berita.

Saat ini, 39% orang dewasa di bawah usia 30 tahun mengatakan bahwa mereka secara teratur mendapatkan berita di TikTok.

Dibandingkan dengan jumlah orang dewasa berusia 30 hingga 49 tahun yang jauh lebih sedikit (19%), sedangkan usia 50 hingga 64 tahun (9%) dan 65 tahun ke atas (3%).

Pew Research menyebut, TikTok menjadi media sosial yang mengalami pertumbuhan paling cepat dalam empat tahun terakhir, dalam penggunaan untuk mencari berita.

Jumlahnya mengalahkan pengguna Facebook yang mendapatkan berita dari Facebook. Riset menyebut pengguna Facebook yang mencari berita di platform tersebut merosot dari 54% di 2020 menjadi 28% di 2024.

Sementara X, paling tinggi dan konsisten. Dalam empat tahun terakhir, X masih memiliki jumlah pengguna tertinggi yang melaporkan memperoleh berita secara rutin di dalam platform (59%).

“https://www.cnbcindonesia.com/tech/20241003101014-37-576597/google-mulai-ditinggal-begini-cara-gen-z-cari-berita”

Editor Inilahdata.com

Akurat berbasis data Update berita disini ⬇️
YouTube meluncurkan buku panduan Digital Wellbeing Guidebook sebagai bentuk tanggung jawab platform digital dalam mengedukasi orang tua, sekaligus mendukung implementasi Permenkomdigi Nomor 9 Tahun 2026 dan PP TUNAS terkait perlindungan anak. Meutya Hafid menegaskan masih banyak orang tua yang membutuhkan panduan dalam mendampingi anak menggunakan media sosial, gim daring, dan layanan digital lainnya agar tetap aman di dunia digital. 
Buku panduan ini disusun bersama Rumah Universitas Indonesia, Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo, Kementerian Komunikasi dan Digital, serta para ahli. Tujuannya bukan membatasi akses teknologi, melainkan memastikan anak memanfaatkan teknologi secara aman, sehat, dan sesuai usia. www.inilahdata.com. #inilahdata #
 photo

GALERY FOTO

GALERY VIDEO

PARTNER

ADVERTISING

Bagikan
Beranda
Bagikan
Lainnya
0%