Jumat, 19 Jun 2026 - :
19 Jun 2026 - 09:55

41 Nama, CCTV Fiktif Rp 300 M, dan Pengakuan Tersangka Korupsi MBG

6 mnt baca
Infografis: Bongkar Korupsi MBG — Inilahdata.com
Investigasi · Korupsi Program MBG
Bongkar Kasus
Makan Bergizi Gratis
Pemeriksaan Sony Sonjaya ungkap 41 nama, dugaan jual-beli titik SPPG, dan proyek CCTV & sidik jari Rp 300 M+ yang diduga tidak pernah terealisasi
Kejaksaan Agung · 18 Juni 2026
Temuan Utama
BARU
0
Nama teridentifikasi dalam pengajuan titik SPPG
DUGAAN
Rp 300 M+
Nilai proyek CCTV & sidik jari yang diduga fiktif
0
SPPG sasaran pemasangan CCTV
~10 jam
Durasi pemeriksaan Sony di Kejagung
Kronologi Temuan
Pengembangan WhatsApp
Daftar nama meluas dari 26 jadi 41
Penyidik menelusuri percakapan WA Sony satu per satu. Satu nama lama ternyata mewakili 14 pihak baru yang juga mengajukan titik SPPG di berbagai daerah — sebagian belum pernah muncul di publik.
Bantahan Tersangka
Sony bantah terima uang atau imbalan
Sony mengaku memberikan titik SPPG semata untuk mempercepat target program MBG, bukan untuk keuntungan pribadi. Nasib titik-titik itu setelah diserahkan, Sony mengaku tidak tahu.
Dugaan Proyek Fiktif
Vendor CCTV tak mampu tunjukkan satu titik pun
Sebelum kontrak berakhir 19 Feb 2026, Sony memanggil vendor dan meminta bukti pemasangan di SDN 01 Jakarta Timur. Vendor tidak bisa menunjukkannya. Sony menyebut proyek ini “total loss” — alias fiktif.
“Keuntungan saya, SPPG ini terpenuhi sesuai dengan target. Yang dimandatkan, yang diinginkan oleh Pak Presiden melalui Kepala BGN kan penerima manfaat harus sekian banyaknya.”
— Sony Sonjaya, melalui kuasa hukum Krisna Murti
Status Penyidikan Kejagung
🔍
Diverifikasi
41 nama dicocokkan dengan alat bukti lain
⚖️
Dikaji
Status justice collaborator Sony belum diputus
📡
Dicek
Proyek CCTV, motor & IT turut diselidiki
▶ Baca Berita Lengkap
Pemeriksaan Eks Wakil Kepala BGN Ungkap 41 Nama dan Dugaan Proyek CCTV Fiktif Senilai Rp 300 Miliar
Inilahdata.com · 19 Juni 2026
Infografis: Tim Visual Inilahdata.com

Editor Inilahdata.com

GALERY

Akurat berbasis data Update berita disini ⬇️
YouTube meluncurkan buku panduan Digital Wellbeing Guidebook sebagai bentuk tanggung jawab platform digital dalam mengedukasi orang tua, sekaligus mendukung implementasi Permenkomdigi Nomor 9 Tahun 2026 dan PP TUNAS terkait perlindungan anak. Meutya Hafid menegaskan masih banyak orang tua yang membutuhkan panduan dalam mendampingi anak menggunakan media sosial, gim daring, dan layanan digital lainnya agar tetap aman di dunia digital. 
Buku panduan ini disusun bersama Rumah Universitas Indonesia, Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo, Kementerian Komunikasi dan Digital, serta para ahli. Tujuannya bukan membatasi akses teknologi, melainkan memastikan anak memanfaatkan teknologi secara aman, sehat, dan sesuai usia. www.inilahdata.com. #inilahdata #
 photo

ADVERTISING

Bagikan
Beranda
Bagikan
Lainnya
0%