
- Riset SSI menemukan komunikasi pemerintah masih terlalu bertumpu pada figur Presiden Prabowo, sementara peran kabinet dalam menopang citra presiden masih minim.
- Bahlil Lahadalia unggul sebagai penyumbang sentimen positif terbesar (40,1%), sedangkan Wapres Gibran Rakabuming justru mencatat sentimen negatif terbesar (27,1%).
- Secara umum sentimen publik terhadap Prabowo masih positif (41,5%) dibanding negatif (13,8%), dengan puncaknya saat presiden hadir di Pekan Petani-Nelayan Gorontalo dan KSTI 2026.
Riset Sintesa Strategi Indonesia menemukan komunikasi pemerintahan Prabowo Subianto masih nyaris seluruhnya bertumpu pada satu figur. Dari ratusan juta paparan konten, jajaran kabinet nyaris tak terlihat.
Dari 231,47 juta paparan konten, kurang dari 20% menyebut nama Wakil Presiden atau menteri Kabinet Merah Putih secara langsung.
Sentimen positif memang unggul jauh dari negatif, namun belum menembus ambang 50% — artinya belum merepresentasikan legitimasi mayoritas ruang digital secara utuh.
Dari 4,7 juta paparan konten terkait Presiden, Polri meraih 72,3% sentimen positif — kontribusi kelembagaan tertinggi di antara aparat penegak hukum.
Komunikasi seputar kebijakan energi dan sumber daya mineral tercatat paling konsisten memperkuat citra presiden dibanding kementerian lain.
Penopang aktifMeski berada di lapisan menengah pemerintahan, komunikasi Bakom di bawah M. Qodari mencatat rasio sentimen positif paling tinggi.
Penopang aktifKedua lembaga penegak hukum ini belum banyak tervisibilkan sebagai penopang citra presiden dibanding Polri, dengan mayoritas percakapan bernada netral.
Belum optimalAlih-alih menopang citra presiden, sosok Wapres Gibran Rakabuming justru tercatat sebagai figur dengan porsi sentimen negatif terbesar dalam periode pemantauan.
Sorotan negatifTemuan ini semestinya jadi bahan koreksi bersama: keberhasilan program presiden tidak akan tersampaikan maksimal tanpa kerja komunikasi yang solid dari seluruh jajaran kabinet, bukan sekadar menjalankan program tanpa menjelaskannya ke publik.— Rizki Faisal, Anggota Komisi III DPR RI Fraksi Partai Golkar