Jakarta · 7 Agustus 2026 Analisis Spasial Madani Berkelanjutan
22,2 RIBU HEKTARE KAWASAN KUNCI BIODIVERSITAS TERBAKAR60 HEKTARE TNBTS HANGUS SEJAK 3 AGUSTUS 2026KARHUTLA NASIONAL SEMESTER I 2026: 107.465 HEKTARE22,2 RIBU HEKTARE KAWASAN KUNCI BIODIVERSITAS TERBAKAR60 HEKTARE TNBTS HANGUS SEJAK 3 AGUSTUS 2026KARHUTLA NASIONAL SEMESTER I 2026: 107.465 HEKTARE
Karhutla di Kawasan Kunci Biodiversitas
22,2rb ha
Area Terindikasi Terbakar · Januari–Juli 2026
Setara 10% dari total 200 ribu hektare area terbakar nasional — di kawasan yang menyimpan spesies endemik dan fungsi ekosistem tak tergantikan.
Porsi Kawasan Kunci Biodiversitas dari Total Titik Api
Kawasan kunci biodiversitas — 22,2 ribu ha, nilai konservasi tinggi & habitat spesies endemik
Area terbakar lainnya — ±177,8 ribu ha, dari total 200 ribu ha nasional (Jan–Jul 2026)
Meski porsinya kecil, kawasan ini berfungsi sebagai penyangga ekosistem, penopang hidrologi, dan pelindung hutan alam — kerugian yang tak sebanding dengan luasnya.
Luas Terbakar TNBTS
60 ha
≈ 84 kali luas lapangan sepak bola, sejak 3 Agustus 2026
Semester I 2026 tercatat 107.465 hektare — melonjak 94% dari 2019, 335% dari 2023, dan 1.779% dari 2025, dengan Kalimantan Barat, Riau & NTT sebagai penyumbang terbesar. *Estimasi paruh tahun berdasar tren historis.
Pernyataan Narasumber
Secara angka, ini kecil dibandingkan 200 ribu tadi ya. Tapi masalahnya, kawasan kunci keanekaragaman hayati ini bukan kawasan hutan biasa.
Yosi Amelia — Lead Program Iklim & Ekosistem Madani Berkelanjutan, 6/8/2026
Kawasan konservasi, kawasan lindung, atau bentuk-bentuk perlindungan itu tidak seutuhnya juga bisa melindungi dari kejadian karhutla.
Yosi Amelia — Lead Program Iklim & Ekosistem Madani Berkelanjutan
Dengan memperhatikan penggunaan api demi keselamatan, keamanan, dan kenyamanan bersama.
Rudijanta Tjahja Nugraha — Kepala Balai Besar TNBTS
1
Sepanjang Januari–Juli 2026, 22,2 ribu hektare kawasan kunci biodiversitas terindikasi kuat terbakar — 10% dari total 200 ribu hektare nasional.
2
TNBTS, rumah 1.025 jenis flora & 158 jenis fauna, kehilangan 60 hektare kawasannya akibat medan curam dan angin kencang.
3
Status lindung terbukti tak cukup, sementara karhutla nasional semester I 2026 (107.465 ha) jauh melampaui tren tahun-tahun sebelumnya.
Sumber
Katadata.co.id, “Api di Kawasan Kunci Biodiversitas: 22 Ribu Hektare Terindikasi Terbakar”; Okezone.com; Tribunnews.com; Antara News; Kosadata.com; JPNN.com; Databoks Katadata; GoodStats Data. Data primer: Madani Berkelanjutan, BNPB, Kementerian Kehutanan RI (SiPongi), Balai Besar TNBTS.