
- Universitas Pattimura mendorong mahasiswa untuk membuka wawasan karier melampaui jalur ASN, TNI, dan Polri dengan memanfaatkan peluang di sektor swasta dan industri.
- Wakil Rektor Unpatti mengingatkan bahwa kesuksesan karier tidak datang instan, melainkan butuh proses panjang yang dijalani dengan disiplin dan komitmen.
- Sebagai langkah konkret, Unpatti menggelar Seminar Career Readiness bersama perusahaan otomotif untuk membekali mahasiswa tingkat akhir dan alumni dalam menghadapi dunia kerja.
Inilahdata.com – Ada pergeseran pesan yang mulai digaungkan dari kampus tertua di Maluku. Universitas Pattimura (Unpatti) Ambon kini secara tegas mengajak para mahasiswanya untuk tidak terpaku pada satu jalur karier semata, terutama menjadi aparatur sipil negara (ASN), dan mulai melirik peluang yang ditawarkan sektor swasta serta dunia industri.

Wakil Rektor Bidang Akademik Unpatti, Prof. Dominggus Malle, menyampaikan hal ini di Ambon, Sabtu (6/6). Menurutnya, kemitraan antara perguruan tinggi dan dunia usaha bukan sekadar formalitas, melainkan investasi nyata dalam mencetak lulusan yang benar-benar siap bersaing di pasar kerja sekaligus mengangkat kualitas sumber daya manusia Maluku secara keseluruhan.
“Kami mengajak mahasiswa untuk memanfaatkan berbagai peluang yang ditawarkan dunia usaha dan industri. Ketika ada proses rekrutmen yang datang langsung ke kampus, kesempatan itu harus dimanfaatkan sebaik mungkin,” ujar Dominggus.
Orientasi Lama yang Perlu Digeser

Dominggus mengakui bahwa selama ini pola pikir sebagian besar generasi muda di Maluku masih lekat dengan cita-cita menjadi PNS, anggota TNI, atau Polri. Orientasi itu, menurutnya, perlu mulai diimbangi dengan kesadaran bahwa dunia kerja jauh lebih luas dari sekadar seragam dinas.
Sektor swasta dan industri, kata dia, menawarkan prospek yang tak kalah menjanjikan, bahkan dalam banyak hal memberi ruang pengembangan kompetensi yang lebih dinamis.
“Dunia kerja saat ini tidak hanya terbatas pada sektor pemerintahan. Banyak bidang usaha yang berkembang dan membutuhkan tenaga profesional yang kompeten. Karena itu mahasiswa perlu memiliki pola pikir yang lebih terbuka dalam melihat berbagai kesempatan yang tersedia,” tegasnya.
Sukses Butuh Proses, Bukan Jalan Pintas
Di luar soal orientasi karier, Dominggus juga menyentil mentalitas instan yang kerap menjangkiti generasi muda. Ia mengingatkan bahwa perjalanan menuju karier yang mapan tidak pernah bisa dipotong.
“Tidak ada kesuksesan yang diperoleh secara instan. Semua dimulai dari bawah, ada proses pembelajaran, promosi, dan peningkatan karier yang harus dijalani dengan disiplin dan tanggung jawab,” katanya.
Dari Seminar ke Lapangan Kerja
Sebagai wujud nyata dari komitmen itu, Unpatti menggelar Seminar Career Readiness bertajuk “Strategi Jitu Menembus Dunia Kerja Impianmu” yang diselenggarakan bersama salah satu perusahaan otomotif. Kegiatan ini menyasar mahasiswa tingkat akhir dan para alumni yang tengah bersiap melangkah ke dunia profesional.
Lebih dari sekadar ajang berbagi wawasan, seminar tersebut juga berkontribusi pada pencapaian Indikator Kinerja Utama (IKU) perguruan tinggi, khususnya dalam mendorong lebih banyak lulusan untuk segera terserap dunia kerja setelah menyelesaikan studi mereka. (**)