
- Kabar draf awal damai AS–Iran meredakan ketegangan geopolitik dan memicu pemulihan terbatas di pasar kripto.
- Bitcoin dan Ethereum menguat tipis, sementara altcoin bergerak selektif: Solana naik, Zcash terkoreksi tajam.
- Risiko inflasi dan kebijakan suku bunga ketat masih menjadi faktor utama yang menahan potensi reli lanjutan.
Pertengahan Juni 2025 · Sentimen membaik pasca draf damai AS–Iran

Inilahdata.com -Pasar keuangan global, termasuk aset kripto, membuka perdagangan pertengahan Juni dengan nada yang cenderung lebih tenang. Sentimen ini menguat setelah beredar kabar bahwa Presiden Amerika Serikat Donald Trump telah menandatangani draf awal kesepakatan damai dengan Iran.
Meski dokumen tersebut masih berada pada tahap awal dan belum mengikat sepenuhnya, langkah diplomatik ini cukup untuk meredakan ketegangan geopolitik yang sebelumnya menjadi salah satu sumber tekanan utama pasar. Investor pun merespons dengan masuknya kembali minat risiko, memicu pergerakan pemulihan terbatas di berbagai aset digital.

Namun demikian, pasar belum sepenuhnya lepas dari tekanan makroekonomi, terutama dari inflasi yang masih persisten dan arah kebijakan suku bunga yang tetap ketat.
Pemulihan Kripto: Bitcoin dan Ethereum Menguat Terbatas
Bitcoin (BTC) tercatat bergerak di sekitar US$65.615, dengan kenaikan harian sekitar 1,57% dan penguatan mingguan mendekati 3,98%. Setelah sebelumnya mengalami koreksi cukup dalam dari area sekitar US$80.000 menuju kisaran US$65.000, pasar mulai menunjukkan tanda stabilisasi jangka pendek.
Ethereum (ETH) turut mencatatkan pola serupa. Aset kripto terbesar kedua ini berada di level sekitar US$1.719,90, dengan kenaikan harian 2,09% dan pertumbuhan mingguan sekitar 2,05%. Kenaikan ini mengindikasikan berkurangnya tekanan jual panik, meskipun belum diiringi lonjakan akumulasi baru yang signifikan.
Altcoin Bergerak Selektif: Solana Menguat, Zcash Terkoreksi Dalam
Di pasar altcoin, sentimen positif tidak merata. Solana (SOL) menjadi salah satu yang menonjol dengan kenaikan harian sekitar 3,35% dan penguatan mingguan 7,42%, diperdagangkan di kisaran US$71,24. Kinerja ini menempatkannya sebagai salah satu aset dengan performa terbaik di kelompok aset besar.
Hyperliquid (HYPE) juga mencatat kenaikan sekitar 4,99%, sementara Dogecoin (DOGE) bergerak lebih moderat dengan penguatan 0,96%.
Sebaliknya, Zcash (ZEC) mengalami tekanan signifikan. Aset yang sebelumnya melonjak saat ketegangan geopolitik meningkat kini terkoreksi tajam, turun sekitar 11,90% dalam sehari dan melemah 9,38% secara mingguan ke level US$472,17. Pergerakan ini mencerminkan rotasi cepat modal keluar dari aset yang sempat dianggap sebagai “safe haven” berbasis privasi, seiring meredanya ketidakpastian global.
Katalis Geopolitik: Redanya Risiko Energi Global
Penandatanganan draf awal kesepakatan damai antara Amerika Serikat dan Iran dinilai sebagai perkembangan penting dalam peta geopolitik global. Walaupun masih perlu melalui proses lanjutan hingga menjadi kesepakatan formal, pasar menilai langkah ini berpotensi membuka kembali stabilitas jalur perdagangan strategis, termasuk Selat Hormuz.
Ekspektasi normalisasi distribusi energi global turut menekan kekhawatiran terhadap lonjakan harga minyak. Bagi pasar aset berisiko seperti kripto, meredanya ancaman gangguan pasokan energi memberikan ruang pemulihan, setidaknya dalam jangka pendek.
Tekanan Makro Masih Membayangi
Di sisi lain, faktor makroekonomi belum menunjukkan perbaikan yang signifikan. Inflasi di Amerika Serikat dan Eropa masih berada pada level yang relatif tinggi, didorong oleh data ketenagakerjaan AS yang tetap kuat serta biaya logistik yang belum sepenuhnya normal pascakonflik.
Kondisi ini membuat peluang kebijakan moneter longgar masih terbatas. Bahkan, sejumlah analis menilai The Federal Reserve di bawah kepemimpinan baru Kevin Warsh berpotensi mempertahankan sikap ketat lebih lama, atau kembali menaikkan suku bunga jika tekanan inflasi tidak mereda. Situasi ini otomatis membatasi likuiditas yang biasanya menjadi bahan bakar utama reli aset kripto.
Sejumlah proyeksi jangka panjang masih menempatkan koreksi pasar sebagai bagian dari penyesuaian siklus. Penurunan dari area US$85.000 menuju kisaran US$65.000 saat ini dianggap masih sejalan dengan fase normalisasi valuasi.
Dalam skenario yang lebih konservatif, beberapa analis memperkirakan area US$40.000–US$45.000 dapat menjadi titik bottom siklus empat tahunan, yang berpotensi terbentuk pada kuartal III atau IV tahun 2026, meskipun skenario tersebut masih sangat bergantung pada kondisi makro global ke depan. (**)