Sabtu, 12 Sep 2026 - :
11 Sep 2026 - 21:30 | 11 Views | 0 Suka

Gara-Gara Salah Beli Mi, Anggota TNI AU Tewas Dianiaya Seniornya

8 mnt baca

Inilahdata.com – Seorang prajurit TNI Angkatan Udara, Serda Ahmad Muzammil Farisa, ditemukan tewas di area Kompleks Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, pada Kamis (10/9/2026).

Kematiannya diduga kuat berkaitan dengan tindak kekerasan yang dilakukan empat orang seniornya, dan hingga kini penyebab pastinya masih didalami aparat.

Peristiwa nahas ini disebut-sebut terjadi di Mess Psikologi Galaksi, salah satu bangunan yang berada di dalam kompleks pangkalan udara tersebut. Pihak TNI AU sendiri telah membenarkan adanya kejadian ini.

Lewat akun Instagram resminya, Jumat (11/9), TNI AU menyampaikan ucapan duka cita. “TNI AU turut menyampaikan belasungkawa kepada keluarga almarhum Serda AMF. Semoga almarhum mendapat tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa,” demikian pernyataan tersebut.

Belakangan, muncul kabar yang menyebut Serda Ahmad sempat menjadi korban penganiayaan sebelum akhirnya mengembuskan napas terakhir. Pihak TNI AU pun tidak menampik kabar tersebut dan memastikan tengah mengusut tuntas dugaan itu.

“Polisi Militer TNI Angkatan Udara (Pomau) saat ini tengah melakukan penyelidikan,” tulis keterangan resmi TNI AU.

Dalam proses itu, sejumlah pihak sudah dimintai keterangan dan berbagai barang bukti terkait mulai dikumpulkan.

“Pemeriksaan terhadap sejumlah personel masih berlangsung,” lanjut pernyataan tersebut.

Di tengah proses penyelidikan yang masih bergulir, jenazah Serda Ahmad sudah lebih dulu dipulangkan ke kampung halamannya di Magetan, Jawa Timur. Ambulans yang membawa jenazah tiba di rumah duka di Desa Jonggrang, Kecamatan Barat, pada Jumat dini hari.

Suasana haru menyelimuti kedatangan jenazah, dengan pihak keluarga yang tak kuasa menahan tangis saat peti diturunkan. Prosesi pemakaman sendiri berlangsung sederhana, tanpa upacara militer, di pemakaman dekat rumah duka.

Kronologi yang Diungkap Keluarga

Pihak keluarga korban kemudian membeberkan kronologi versi mereka soal detik-detik sebelum Serda Ahmad meninggal. Menurut penuturan keluarga, tragedi ini bermula dari persoalan yang terkesan remeh, yakni salah membelikan makanan untuk senior.

Kejadian bermula pada Rabu (9/9) malam. Kala itu, Serda Ahmad diminta oleh salah satu seniornya untuk membeli makan malam berupa mi goreng. Namun saat kembali, ia rupanya keliru dan membawakan mi kuah, bukan mi goreng seperti yang diminta.

Kesalahan sepele itulah yang disebut memicu amarah para senior, hingga berujung pada tindak kekerasan terhadap Serda Ahmad sekitar pukul 23.00 WIB malam itu.

Penganiayaan sempat terhenti, namun kembali terjadi beberapa jam kemudian pada dini hari Kamis (10/9), dan pada babak kedua inilah nyawa Serda Ahmad tak lagi tertolong.

Kabar duka pertama kali sampai ke keluarga dengan versi yang berbeda dari kenyataan. Keluarga awalnya diberi tahu bahwa Serda Ahmad meninggal akibat kecelakaan.

Baru sekitar satu jam berselang, seorang rekan korban menghubungi keluarga dan meluruskan bahwa kematian tersebut bukan karena kecelakaan, melainkan diduga akibat dianiaya para seniornya.

Identitas empat senior yang diduga terlibat dalam penganiayaan itu pun belakangan terungkap ke publik, yakni Serda MTSA, Serda JM, Serda MAD, dan Serda AH. (**)

Adagia — Kata Bijak
Latin

Memuat kutipan…

Kompilasi tokoh & filsuf dunia — InilahData.com
Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H — InilahData.com
PERINGATAN NASIONAL
1448 H
MEMPERINGATI
MAULID NABI
MUHAMMAD صلى الله عليه وسلم
RABIUL AWAL
12
RABIUL AWAL
1448 HIJRIAH
SELASA, 25 AGUSTUS 2026
Cinta kepada Rasul, Teladan Akhlak,
Rahmat bagi Semesta Alam.
Selamat Memperingati Maulid Nabi.
<div class=" quote"="">“Sesungguhnya aku diutus untuk menyempurnakan akhlak yang mulia.”
Bagikan
Beranda
Bagikan
Lainnya
0%