Bareskrim Polri mendalami dugaan jaringan internasional di balik tiga kasus penyelundupan narkotika lewat jalur laut Kepulauan Riau, sambil menelusuri aktor pengendali yang diduga berada di luar negeri.
PERNYATAANBrigjen Pol Eko Hadi Santoso, Dirtipidnarkoba Bareskrim
Rentetan pengungkapan ini “didalami untuk mengetahui kemungkinan adanya keterkaitan antarperkara” sekaligus memetakan jaringan di baliknya.
EH
Eko Hadi Santoso
Dirtipidnarkoba Bareskrim Polri
TEMUANTiga Kapal dalam Sebulan Terakhir
🚢
MV King Sun
Membawa 1,3 ton ketamin yang berhasil digagalkan aparat.
🚢
MV Ocean Porter
Mengangkut 2,6 ton sabu cair dalam upaya penyelundupan.
🚢
Fu Chang Xing I
Ditemukan membawa 800 kilogram ketamin di kapalnya.
PERNYATAANPola Komunikasi Jaringan
“Dikendalikan, terputus, menunggu kira-kira lima menit,” jelasnya, menggambarkan instruksi ke pelaku diberikan bertahap saat kapal di tengah perjalanan.
EH
Eko Hadi Santoso
Dirtipidnarkoba Bareskrim Polri
STATUSKerja Sama & Pertanyaan Terbuka
KERJA SAMA
Bilateral dengan 3 Negara
Bareskrim bertukar informasi dengan aparat Malaysia, Singapura, dan China.
MASIH DIDALAMI
Transit atau Tujuan Akhir?
Penyidik masih menelusuri apakah Indonesia jadi tujuan akhir atau sekadar wilayah transit.
LANGKAH LANJUT
Peluang Intercept Terbuka
“Ada kemungkinan untuk kita melakukan intercept, akan kita lakukan,” tegas Eko.
Penyelidikan Bareskrim Polri masih terus berjalan, tak hanya menyasar pelaku di lapangan, tetapi juga aktor yang diduga menjadi pengendali utama jaringan narkotika internasional ini dari luar negeri.