
- Bank Dunia mencabut target 45% (dan 35%) pembiayaan iklim dalam CCAP setelah tekanan panjang pemerintahan Trump lewat Menteri Keuangan Scott Bessent, meski ditentang koalisi hampir 100 negara.
- Bank Dunia beralasan bergeser dari pengukuran “input” ke “hasil,” namun tetap memperpanjang CCAP dan membuka evaluasi independen atas rencana tersebut.
- Kritikus seperti WRI dan Bretton Woods Project menilai pencabutan target melemahkan jaring pengaman pembiayaan iklim, di tengah kebutuhan global 1,3 triliun dolar AS per tahun untuk negara berkembang hingga 2035.
Dewan Direktur Bank Dunia mencabut target investasi 45% untuk mitigasi dan adaptasi iklim setelah tekanan panjang pemerintahan AS — padahal angka itu sudah terlampaui hingga 48% pada 2025. Keputusan ini diambil meski ditentang koalisi hampir 100 negara.
Bank Dunia menetapkan target 35% pembiayaan berkontribusi iklim untuk lima tahun berikutnya, disertai target 50% dana adaptasi.
Di tengah periode CCAP, target dinaikkan untuk sisa lima tahun rencana — menjadikannya salah satu komitmen iklim paling terlihat di lembaga itu.
Menteri Keuangan AS Scott Bessent menyerukan Bank Dunia “menyingkirkan” target 45%, menyebutnya mendistorsi misi inti lembaga.
Dimulainya tekanan terbukaDirektur eksekutif yang mewakili koalisi besar negara berkembang dan Eropa mengirim surat resmi meminta CCAP diperpanjang tanpa target dipangkas.
Perlawanan multilateralDewan direktur mencabut target 45% dan 35%, memperpanjang CCAP, dan meminta evaluasi independen atas rencana tersebut.
Keputusan finalTarget yang dihapus bukan target yang gagal — ia justru sudah terlampaui. Sejak CCAP diluncurkan pada 2021, aliran dana ke proyek beriklim manfaat naik tajam, menjadikan pencabutannya lebih soal politik pemegang saham ketimbang kegagalan kinerja.
Lebar batang proporsional terhadap nilai tertinggi (US$39 miliar). Dalam lima tahun, pembiayaan iklim Bank Dunia lebih dari dua kali lipat — justru pada saat lintasan ini terus menanjak, target acuannya yang dihapus.
Bank Dunia harus tetap berfokus pada misi utamanya: mengurangi kemiskinan dan mendorong pertumbuhan ekonomi. Target co-benefit iklim 45% menimbulkan inefisiensi dan mendistorsi pengambilan keputusan ekonomi.— Scott Bessent, Menteri Keuangan Amerika Serikat, April 2026
Sangat disayangkan bahwa segelintir pemegang saham berhasil melemahkan kerangka ini dengan menghapus targetnya. Tinjauan atas Climate Change Action Plan seharusnya memperkuat, bukan makin mempersempit, kesempatan negara-negara untuk berpartisipasi dalam salah satu transisi ekonomi terpenting di zaman kita.— Melanie Robinson, Direktur Global Iklim, Ekonomi & Keuangan, WRI
Angka acuan utama yang selama ini menjadi tolok ukur publik atas komitmen iklim Bank Dunia resmi dicabut dari kerangka CCAP.
DihapusLini pembiayaan untuk negara-negara termiskin tetap berkomitmen mengarahkan 45% dananya untuk aktivitas terkait iklim.
Tetap berlakuLengan pembiayaan terbesar Bank Dunia tetap menyasar sekitar 30% dari portofolionya untuk manfaat iklim.
Tetap berlakuAtas permintaan dewan direktur, badan evaluasi independen Bank Dunia akan mengkaji efektivitas CCAP secara menyeluruh.
Mekanisme baru