
Inilahdata.com – Dewan Direktur Eksekutif Bank Dunia akhirnya mengambil keputusan yang selama berbulan-bulan diperdebatkan di internal lembaga itu: mencabut target investasi 45 persen untuk mitigasi dan adaptasi perubahan iklim.
Keputusan tersebut diumumkan pada Senin (29/6/2026), tepat menjelang berakhirnya masa berlaku Climate Change Action Plan (CCAP) yang jatuh pada akhir Juni 2026.
Sebagai kompensasi, Bank Dunia sepakat memperpanjang keberlakuan CCAP secara keseluruhan, sembari membuka ruang bagi Independent Evaluation Group (IEG) lembaga tersebut untuk melakukan tinjauan menyeluruh atas rencana itu, permintaan yang datang langsung dari dewan direktur.
Selain target 45 persen, angka acuan lama sebesar 35 persen yang sempat berlaku sejak 2020 juga resmi dihapuskan dari kerangka CCAP.
Target 45 persen sendiri bukan angka baru. Ia adalah hasil kenaikan dari target awal 35 persen yang ditetapkan pada akhir 2020, dinaikkan pada 2023 untuk sisa periode lima tahun rencana aksi tersebut.
Dalam praktiknya, Bank Dunia justru melampaui ambang itu: pembiayaan terkait iklim tercatat naik dari 17 miliar dolar AS pada 2020 menjadi sekitar 39 miliar dolar AS pada 2025.
Terdiri dari 22,6 miliar dolar untuk proyek mitigasi dan 16,6 miliar dolar untuk adaptasi, atau setara 48 persen dari total portofolio pembiayaan tahun itu, melampaui target yang kini justru dicabut.
Tekanan yang Berbulan-bulan Dibangun Washington
Penghapusan target ini tidak datang tiba-tiba. Sejak April 2026, Menteri Keuangan AS Scott Bessent secara terbuka menyerukan Bank Dunia untuk “menyingkirkan” target 45 persen tersebut.
Dalam pernyataannya menjelang pertemuan musim semi IMF-Bank Dunia, Bessent menegaskan bahwa lembaga itu harus tetap berfokus pada misi utamanya.mengurangi kemiskinan dan mendorong pertumbuhan ekonomi.
Termasuk menyebut target iklim tersebut sebagai sesuatu yang menimbulkan inefisiensi, mendistorsi pengambilan keputusan ekonomi, serta menjauhkan Bank dari misi intinya.
Sebagai pemegang saham terbesar Bank Dunia, suara Washington punya bobot yang sulit ditandingi pemegang saham lain.
Namun posisi itu sempat terisolasi selama negosiasi berlangsung, karena negara-negara Eropa dan koalisi besar negara berkembang, disebut mencakup hampir 100 negara, bertahan mendukung perpanjangan CCAP tanpa pengurangan komitmen.
Sejumlah direktur eksekutif yang mewakili blok tersebut bahkan mengirim surat resmi kepada dewan Bank Dunia pada Mei 2026, mendesak agar rencana itu diperpanjang sekaligus ditinjau secara independen, bukan dipangkas.