Minggu, 31 Mei 2026 - :
26 Mei 2026 - 19:00 | 38 Views | 0 Suka

Astra Siapkan Buyback Rp8 Triliun, Sinyal Kepercayaan Diri di Tengah Gejolak Pasar

2 mnt baca

Inilahdata.com PT Astra International (ASII) berencana menggelontorkan dana sekitar Rp8 triliun untuk program pembelian kembali saham atau buyback dalam kurun waktu 12 bulan ke depan. Kebijakan ini menjadi bagian dari strategi perusahaan untuk memperkuat pengelolaan modal sekaligus meningkatkan nilai jangka panjang bagi para pemegang saham.

Presiden Direktur Astra, Rudy, mengatakan perseroan telah melakukan evaluasi strategis secara menyeluruh terhadap arah bisnis perusahaan. Astra kini disebut mulai memusatkan perhatian pada sektor-sektor utama yang dinilai paling berkontribusi terhadap pertumbuhan dan profitabilitas perusahaan.

“Selama ini Astra dikenal memiliki portofolio bisnis yang sangat beragam dan itu masih menjadi kekuatan perusahaan. Namun dengan dinamika pasar yang terus berubah, kami melakukan reposisi strategi dengan memberi fokus lebih besar pada bisnis inti,” ujar Rudy dalam keterangannya, Selasa (26/5/2026).

Menurut manajemen, langkah tersebut diharapkan mampu meningkatkan kualitas portofolio usaha serta memperbaiki efisiensi penggunaan modal perusahaan. Dengan begitu, Astra membidik pertumbuhan laba yang lebih sehat dan berkelanjutan.

Astra menempatkan tiga lini bisnis utama sebagai prioritas utama perseroan, yakni sektor otomotif, jasa keuangan, serta alat berat dan solusi pertambangan. Ketiga sektor tersebut disebut menyumbang sekitar 90% terhadap total laba perusahaan.

Pada sektor otomotif, Astra akan memperkuat seluruh rantai ekosistem bisnis, mulai dari penjualan kendaraan baru dan bekas, distribusi suku cadang, hingga layanan purna jual. Di bidang jasa keuangan, perusahaan akan mengoptimalkan berbagai layanan pembiayaan dan produk keuangan untuk memperluas penetrasi pasar.

Sementara itu, di lini alat berat dan pertambangan, Astra berupaya memperkuat rantai pasok sekaligus mencari sumber pertumbuhan baru guna menjaga daya saing perusahaan dalam jangka panjang.

Selain memperkuat bisnis inti, Astra juga tetap membuka peluang pengembangan usaha baru secara selektif. Namun, ekspansi tersebut akan dilakukan dengan mempertimbangkan kesesuaian strategis dan kemampuan perusahaan.

“Astra akan menjalankan pengembangan portofolio usaha secara lebih terarah, dengan mempertimbangkan keselarasan strategi, kapabilitas perusahaan, dan visi jangka panjang,” kata Rudy.

Perseroan juga menegaskan akan memperketat disiplin dalam pengelolaan modal, termasuk melalui pengaturan belanja modal, pembagian dividen secara konsisten, investasi yang dinilai memberikan nilai tambah, hingga pelaksanaan buyback saham di level valuasi yang dianggap menarik. (**)

Penulis Berita

KURS

Akurat berbasis data Update berita disini ⬇️

GALERY FOTO

GALERY VIDEO

PARTNER

ADVERTISING

Bagikan
Beranda
Bagikan
Lainnya
0%