
- Anggaran MBG 2026 dipangkas dari sekitar Rp335 triliun menjadi sekitar Rp268 triliun, hemat ± Rp67 triliun.
- Pemangkasan menyusul skandal korupsi yang menjerat eks Kepala BGN Dadan Hindayana dan dua wakilnya, ditahan Kejagung 3 Juni 2026.
- Pemerintah klaim defisit APBN tetap aman di bawah 3% PDB, tapi tata kelola MBG dinilai masih butuh pembenahan struktural.
Anggaran Makan Bergizi Gratis (MBG) dipangkas puluhan triliun rupiah setelah skandal korupsi membawa eks Kepala BGN dan dua wakilnya ke balik jeruji Kejaksaan Agung — menyusul gelombang keracunan massal yang sudah berlangsung sejak program ini diluncurkan.
28.103 pelajar dilaporkan keracunan sepanjang 2025, hampir terjadi setiap bulan — menurut data Jaringan Pemantau Pendidikan Indonesia (JPPI).
Pimpinan BGN tak tergoyahkan5.523 korban tambahan tercatat di 31 provinsi, total mencapai 33.626 pelajar — Jawa Barat penyumbang korban tertinggi.
Kejaksaan Agung membuka penyidikan dugaan korupsi tata kelola MBG setelah laporan masyarakat soal dapur yang tak sesuai spesifikasi.
Penyelidikan awal ± 1 mingguPresiden Prabowo mencabut jabatan Kepala BGN Dadan Hindayana dan dua wakilnya, mengangkat Nanik S. Deyang sebagai pengganti.
Ketiganya ditetapkan tersangka korupsi izin yayasan mitra dan mark-up pengadaan, lalu ditahan Kejagung — penindakan pertama pada Proyek Strategis Nasional.
Pasal 603 & 604 KUHP, ancaman seumur hidupMenkeu Purbaya konfirmasi penghematan anggaran MBG signifikan, hasil pembenahan tata kelola pasca-skandal.
Pagu turun ke ± Rp268 TGuru Besar Teknologi Pangan UGM, Prof. Sri Raharjo, mengamati kasus keracunan dalam program ini terjadi hampir tiap bulan sepanjang 2025 — indikasi masalah tata kelola sudah muncul sejak hari pertama program berjalan.
Skala lebar batang proporsional terhadap angka tertinggi (Rp335 T). Purbaya menyebut potensi pemotongan riil bisa lebih dalam lagi dari estimasi ini — dan itu inisiatif Kepala BGN sendiri, bukan usulan Kementerian Keuangan.
Kepala BGN melaporkan bahwa akan ada penghematan lebih lanjut dari program MBG. Saya kira jumlahnya cukup signifikan, tapi biarlah nanti Kepala BGN sendiri yang akan mengumumkannya.— Purbaya Yudhi Sadewa, Menteri Keuangan · Kantor Kemenkeu, Jakarta, 26 Juni 2026
Terbongkarnya skandal korupsi pucuk pimpinan BGN dinilai bukan prestasi penegakan hukum, melainkan penegasan kebobrokan desain tata kelola yang ada sejak mula.
Kritik tajamTanpa pengawasan publik yang bermakna, pergantian Kepala BGN dinilai hanya kosmetik kebijakan selama sistem MBG masih sentralistik.
Belum tuntasPenahanan pucuk pimpinan BGN menjadi penegakan hukum korupsi pertama yang menyasar sebuah Proyek Strategis Nasional, sebuah preseden penting.
DiapresiasiDefisit ditarget di bawah 2,9% PDB, didukung ruang fiskal yang melebar dan harga minyak dunia yang melandai ke kisaran US$70 per barel.
Terjaga