
Kredit Foto: SinPo.id/ David.
31 Jul 2026 - 18:07 | 114 Views | 0 Suka
Staf KPK Bocorkan Perkara ke Ayah, Peras Bupati Pemalang
Hukum & Antikorupsi
Jakarta · 31 Jul 2026
Desk Investigasi
OTT BUPATI PEMALANG 4 TERSANGKA / STAF ADMINISTRASI KPK IKUT DITAHAN / DUGAAN PEMERASAN RP1,9 MILIAR / KPK PERKETAT AKSES DOKUMEN INTERNAL /
KPK · Konferensi Pers, Kamis 30 Juli 2026
Simulasi: Informasi Bocor dari Retakan Institusi ke Berkas Perkara
Ketika garis institusi dan garis keluarga berpotongan
Staf administrasi KPK, Setya Budi Dias Oktavianto, ditahan karena diduga membocorkan informasi penanganan perkara kepada ayahnya sendiri — yang kemudian dipakai untuk memeras Bupati Pemalang, Anom Widiyantoro.
Total Tersangka
4Orang
Termasuk 1 staf internal KPK
Total Dana Dihimpun
1,9Miliar Rupiah
Dikumpulkan lewat Gus Haris
Disetor ke Lilik
1,2Miliar Rupiah
Dari permintaan awal Rp2 miliar
Pertemuan Penyerahan
3Kali
Di restoran Magelang & Semarang
Keterangan Resmi KPK
“Seluruh proses penanganan perkara dilakukan secara objektif berdasarkan alat bukti, dan kami terbuka atas setiap tahapan proses hukum.”
Budi Prasetyo — Juru Bicara KPK
“Sedikit banyak mengetahui proses administrasi di KPK, lalu diteruskan kepada bapaknya sendiri.”
Achmad Taufik Husein — Plt Direktur Penyidikan KPK
Empat Peran dalam Rantai Perkara
Sumber Bocoran
Setya Budi Dias Oktavianto
Staf administrasi KPK, personel Polri yang diperbantukan (PNYD).
Pemeras Utama
Lilik Budi Suprianto (LBS)
Ayah kandung Setya, berlatar belakang aktivis LSM.
Korban Sekaligus Pemeras
Anom Widiyantoro
Bupati Pemalang, ditekan lalu balas memeras jajarannya.
Pengumpul Dana
Mohamad Haris (GHA)
Pihak swasta, orang kepercayaan Bupati Anom.
Jejak Perkara
Sebelum OTT
Informasi perkara bocor
Setya membagikan informasi penanganan perkara di Pemalang kepada Lilik, ayahnya.
Tiga Pertemuan
Negosiasi di Magelang & Semarang
Lilik meminta Rp2 miliar kepada Bupati Anom lewat Gus Haris; realisasi Rp1,2 miliar.
Kamis, 30 Juli 2026
OTT dan penahanan empat tersangka
KPK menahan Setya bersama tiga tersangka lain di Gedung Merah Putih, Jakarta Selatan.
1
Staf KPK bocorkan info ke ayahnya sendiri, yang lalu dipakai memeras Bupati Pemalang Anom Widiyantoro.
2
Rp1,9 miliar terkumpul, Rp1,2 miliar disetor ke Lilik lewat tiga pertemuan — belum sempat dibagi ke Setya saat disita.
3
KPK perketat keamanan dokumen internal dengan sistem log akses, sembari proses pidana dan etik berjalan.
Sumber
Keterangan resmi dan konferensi pers Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Gedung Merah Putih, Jakarta Selatan, Kamis (30/7/2026).
DESK INVESTIGASI
Update 31 Jul 2026
Halaman : 1 2