Sabtu, 12 Sep 2026 - :
10 Agu 2026 - 14:39 | 88 Views | 0 Suka

Kepuasan ke Prabowo Tembus 81,3 Persen, Survei FSP BUMN Bersatu Ungkap Warga Masih Cemas Soal Ekonomi

Inilahdata.com – Tingkat kepuasan publik terhadap kinerja Presiden Prabowo Subianto masih terpantau tinggi. Namun di balik angka yang terlihat solid itu, hasil survei terbaru justru menyingkap sisi lain yang jarang muncul ke permukaan: kegelisahan warga soal isi dompet mereka sendiri.

Survei yang digarap Lembaga Penelitian dan Pengembangan (Litbang) Federasi Serikat Pekerja BUMN Bersatu (FSP BUMN Bersatu) itu mencatat 81,3 persen responden menyatakan puas dengan kinerja Prabowo sebagai kepala negara.

Publik menempatkan Prabowo sebagai sosok pemimpin yang, menurut definisi yang dipakai lembaga tersebut, “tercerahkan”, pemimpin yang memberi teladan dan melayani, bukan sekadar memberi perintah.

Survei digelar pada 27 Juli hingga 3 Agustus 2026 dengan metode multistage random sampling, melibatkan 1.243 responden. Margin of error survei ini berada di angka 2,78 persen dengan tingkat kepercayaan 95 persen.

Politik dan Hukum Jadi Titik Terkuat

Bila dipilah per bidang, kepuasan publik justru paling tinggi tercatat di ranah politik dan penegakan hukum. Sebanyak 86,2 persen responden mengaku puas atau sangat puas terhadap kinerja pemerintahan di bidang politik, sementara 82,7 persen menyatakan hal serupa untuk bidang hukum.

Program bantuan sosial dan pendidikan juga mendapat apresiasi tinggi, dengan 84,3 persen responden menilai pemerintah konsisten menjaga penyaluran bansos dan fasilitas pendidikan bagi masyarakat kelas bawah.

Simulasi elektabilitas dalam survei ini turut menegaskan dominasi Prabowo. Jika pemilihan presiden digelar hari ini, 70,2 persen responden mengaku akan kembali memilihnya.

Hal itu jauh meninggalkan nama-nama lain seperti Dedi Mulyadi (8,5 persen), Anies Baswedan (6,9 persen), Gibran Rakabuming Raka (6,4 persen), Agus Harimurti Yudhoyono (4,3 persen), dan Ahok (2,1 persen).

Ekonomi Rumah Tangga Jadi Titik Rawan

Gambaran berbeda muncul begitu survei menyentuh isu ekonomi. Lebih dari separuh responden, tepatnya 53,6 persen, menilai kondisi ekonomi saat ini sedang buruk.

Sebanyak 63,8 persen bahkan mengaku berada dalam kondisi sangat rentan secara ekonomi, sementara hanya sekitar 30 persen yang punya tabungan atau dana darurat sebagai jaring pengaman.

Tekanan itu juga terasa di sektor lapangan kerja. Survei mencatat 57,4 persen responden merasa kesulitan mendapatkan pekerjaan baru di wilayah tempat tinggal mereka.

Sementara dari sisi beban hidup sehari-hari, keluhan terbesar datang dari mahalnya harga bahan pokok, yang disebut 57,8 persen responden, disusul kekhawatiran atas ancaman pemutusan hubungan kerja (21,9 persen) dan minimnya tabungan (18,3 persen).

Kondisi ekonomi keluarga pun digambarkan serba tidak menentu. Hampir separuh responden, 48,3 persen, menyebut kondisi ekonomi rumah tangganya tidak menentu, sementara 14,3 persen menilai sudah bergejolak dan 5,2 persen mengaku berada di titik kritis.

Dept Head Litbang FSP BUMN Bersatu, Wijinowo, mengingatkan bahwa capaian positif di sejumlah bidang tidak boleh menutupi persoalan yang terpotret di sisi ekonomi. Ia menyebut tren tekanan pendapatan warga sudah terlihat sejak awal tahun.

“Kondisi ini tergambar secara tren dari perbandingan jawaban masyarakat saat survei ini dengan survei Januari 2026,” katanya, seraya menambahkan bahwa lebih dari sepertiga pelaku usaha mengeluhkan omzet yang melempem.

Kepada media pada Minggu (9/8/2026), Wijinowo juga menegaskan bahwa sisi positif dari hasil survei ini tetap harus dibaca berdampingan dengan sinyal ekonomi yang belum sepenuhnya pulih.

Menurutnya, faktor-faktor kondisi ekonomi nasional yang terekam dalam survei semestinya menjadi catatan serius bagi pemerintahan Prabowo-Gibran, bukan sekadar angka pelengkap di tengah tingginya kepuasan politik.

Optimisme Masih Ada, tapi Mulai Diwarnai Kehati-hatian

Di tengah tekanan tersebut, keyakinan masyarakat terhadap prospek ekonomi ke depan sejatinya masih berada di zona optimistis. Survei mencatat 74,8 persen responden yakin kondisi ekonomi akan membaik.

Namun angka itu diikuti sinyal yang perlu dicermati: 21,6 persen responden justru memperkirakan kondisi ekonomi akan kembali melemah dalam beberapa bulan ke depan.

FSP BUMN Bersatu sendiri merupakan federasi yang menaungi entitas dan organisasi pekerja BUMN dari berbagai sektor.

Selain rutin mendorong agenda profesionalisme, antikorupsi, dan transparansi BUMN, federasi ini juga kerap menggelar kajian dan jajak pendapat atas isu-isu yang dinilai penting untuk membaca arah perkembangan sosial-politik dan ekonomi nasional. (**)

Adagia — Kata Bijak
Latin

Memuat kutipan…

Kompilasi tokoh & filsuf dunia — InilahData.com
Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H — InilahData.com
PERINGATAN NASIONAL
1448 H
MEMPERINGATI
MAULID NABI
MUHAMMAD صلى الله عليه وسلم
RABIUL AWAL
12
RABIUL AWAL
1448 HIJRIAH
SELASA, 25 AGUSTUS 2026
Cinta kepada Rasul, Teladan Akhlak,
Rahmat bagi Semesta Alam.
Selamat Memperingati Maulid Nabi.
<div class=" quote"="">“Sesungguhnya aku diutus untuk menyempurnakan akhlak yang mulia.”
Bagikan
Beranda
Bagikan
Lainnya
0%