Kecamatan Gambut, Kab. Banjar Jumat-Minggu, 21-23 Agustus 2026
2,5 dari 4 Hektare Gambut Berhasil Dipadamkan
KARHUTLA JALAN PEMAJATAN KM 2,5, KECAMATAN GAMBUT — PENYEBAB MASIH DISELIDIKI
Tim gabungan bergerak cepat memadamkan api yang melahap lahan gambut, dengan kecepatan, kekompakan, dan kewaspadaan ekstra — mengingat bara di dalam tanah gambut berisiko memicu kebakaran susulan kapan saja.
ALURDari Bara di Tanah Gambut ke Titik Terkendali
Air dari pompa alkon dan mobile pump disemprotkan langsung ke titik bara, dilanjutkan proses cooling down untuk mencegah bara menyala kembali dari dalam tanah gambut.
±4 Ha
Luas Lahan Gambut Terbakar
2,5 Ha
Luas yang Berhasil Dipadamkan
14.01 WITA
Waktu Api Pertama Terdeteksi
KRONOLOGIRangkaian Kejadian di Jalan Pemajatan Km 2,5
1
Jumat, 21/8/2026 — 14.01 WITAApi pertama kali terdeteksi di area semak belukar, purun, pohon galam, dan akasia, Kecamatan Gambut.
2
Asesmen & pemadaman terpaduTim gabungan melakukan asesmen lokasi, pemadaman terpadu, dan cooling down di titik-titik bekas kebakaran.
3
Hingga Sabtu — 2,5 hektare padamPetugas berhasil mengendalikan sebagian besar area; pemantauan berkala terus berjalan mengantisipasi bara susulan, sementara penyebab kebakaran masih diselidiki.
PeralatanPemadam portable, pompa alkon, mobile pump, ekskavator
Sumber airSaluran irigasi, sungai, embung terdekat
Tambahan3 unit mobil tangki BPBPK Kalimantan Selatan
KATA MEREKATiga Pernyataan Resmi
Wasis Nugraha — Kepala Pelaksana BPBD Kab. Banjar
“Penanganan karhutla membutuhkan kecepatan, kekompakan dan kewaspadaan, terlebih pada lahan gambut. Kami mengapresiasi seluruh unsur yang bersama-sama melakukan pemadaman hingga api berhasil dikendalikan dan dipastikan padam,” ujarnya dalam keterangan tertulis, dikutip Minggu (23/8/2026).
Dody Hanggodo — Menteri PU
“Kementerian PU tidak hanya berfokus pada pembangunan infrastruktur, tetapi juga memastikan infrastruktur tersebut dapat dimanfaatkan secara optimal untuk mendukung penanggulangan bencana, menjaga ketersediaan air, melindungi lingkungan, serta menjamin keselamatan masyarakat,” katanya.
Sandi Erryanto — Kepala BWS Kalimantan III Banjarmasin
“BWS Kalimantan III menurunkan tim untuk mendukung pemadaman dan pembasahan lahan. Peralatan yang disiapkan antara lain pompa Alkon, mobile pump, dan excavator sesuai kebutuhan penanganan di lapangan,” ujar Sandi. “Untuk sumber air, kami memanfaatkan sumber yang tersedia di sekitar lokasi, antara lain sungai, saluran irigasi, dan embung. Pengambilannya disesuaikan dengan jarak, akses menuju lokasi, serta ketersediaan debit agar dukungan air dapat diberikan secara efektif,” pungkasnya.
Di lahan gambut, api yang tampak padam di permukaan belum tentu benar-benar mati — kewaspadaan dan pemantauan berkala menjadi garis pertahanan terakhir agar bara di bawah tanah tak kembali menyala.
INILAHDATA.COM
Sumber:keterangan tertulis BPBD Kabupaten Banjar & Kementerian PU, Minggu 23 Agustus 2026.