Sabtu, 12 Sep 2026 - :
23 Agu 2026 - 12:34 | 61 Views | 0 Suka

Prabowo Tinjau Posko Karhutla Pontianak, BNPB Laporkan Ribuan Hotspot Masih Terpantau

11 mnt baca

Inilahdata.com – Presiden Prabowo Subianto meninjau langsung penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Posko Pontianak, Kalimantan Barat, Sabtu (22/8/2026) siang.

Kunjungan itu berlangsung di tengah tren kenaikan titik panas yang terus terekam satelit sepanjang pekan terakhir. Begitu tiba, Prabowo langsung meminta paparan situasi terkini dari tim gabungan yang menangani karhutla di lapangan.

“Saya datang untuk melihat keadaan setempat yang nyata. Sekarang siapa yang bisa memberi saya presentasi tentang situasi?” katanya, sebagaimana disiarkan langsung melalui kanal YouTube Sekretariat Presiden.

Presiden hadir didampingi sejumlah pejabat pusat dan daerah dalam pertemuan tersebut.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan, hasil pemantauan satelit selama 24 jam mencatat 198 titik panas berkepercayaan tinggi di Kalimantan Barat, indikasi area yang benar-benar menunjukkan titik api dan asap.

Di luar itu, terdeteksi pula 3.100 hotspot berkepercayaan menengah berupa kepulan asap, serta 406 hotspot berkepercayaan rendah.

Tenaga Ahli Kepala BNPB Brigjen TNI (Purn.) Asrianus Bulo menjelaskan sebaran titik panas tersebut terkonsentrasi di sejumlah kabupaten.

“Hotspot ini didominasi di Kabupaten Ketapang, kemudian Kabupaten Kubu Raya, dan Kabupaten Kayong Utara,” ujarnya. Selain itu, hotspot juga terekam di wilayah timur seperti Sanggau, Sintang, dan Sambas.

Asrianus menambahkan, ada potensi hujan ringan di Kalimantan Barat pada 21–27 Agustus, terutama di bagian timur provinsi.

BNPB sebelumnya sempat menjalankan operasi modifikasi cuaca pada 11–18 Agustus, namun kegiatan itu dihentikan sementara karena tidak ada potensi awan yang bisa disemai.

Luas Karhutla Kalbar Tembus 38 Ribu Hektare

Terpisah, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalimantan Barat mencatat luas karhutla di provinsi ini mencapai 38.310 hektare sepanjang Januari–Agustus 2026.

Koordinator Harian Pusat Pengendali Operasi Penanggulangan Bencana BPBD Kalbar, Daniel, menyebut beberapa kabupaten mengalami kebakaran parah karena karakter lahannya yang didominasi gambut, kondisi yang membuat api lebih sulit dipadamkan dan rawan menyebar di bawah permukaan tanah.

Empat kabupaten dengan lahan terbakar terluas adalah Ketapang (12.443 hektare), Kubu Raya (8.614 hektare), Mempawah (6.144 hektare), dan Sambas (2.318 hektare).

Menurut Daniel, pemerintah provinsi sudah mengambil sejumlah langkah sejak awal tahun untuk mengantisipasi dampak karhutla, salah satunya menetapkan status siaga darurat bencana asap di tingkat provinsi, merujuk pada status siaga yang lebih dulu ditetapkan di level kabupaten/kota.

“Setidak-tidaknya di Kalimantan Barat ini ada sembilan kabupaten yang sudah menetapkan status siaga,” katanya.

Konteks Lebih Luas: Kalimantan Menuju Puncak El Nino

Situasi di Kalbar sebenarnya bagian dari tren yang lebih besar di seluruh Kalimantan. Data terbaru Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB mencatat pemantauan satelit NASA-NOAA 20 pada 21 Agustus 2026 menemukan 1.842 titik panas di lima provinsi Kalimantan.

Kalimantan Tengah sebagai penyumbang terbanyak yakni 976 titik, disusul Kalimantan Barat dengan 489 titik, Kalimantan Timur 237 titik, Kalimantan Selatan 125 titik, dan Kalimantan Utara 15 titik.

Kalimantan Tengah menjadi episentrum karena karakter wilayahnya yang hampir separuh berupa lahan gambut, sehingga Badan Penanggulangan Bencana dan Pemadaman Kebakaran setempat mencatat luas karhutla sejak awal tahun sudah mencapai 4.115 hektare.

Dampaknya sudah terasa langsung ke warga: indeks kualitas udara di Palangka Raya, Sampit, dan Pontianak sempat masuk kategori “Tidak Sehat”, memicu kenaikan kasus ISPA hingga 39,2 persen atau sekitar 2.052 kasus dalam sepekan.

Sementara ejumlah sekolah beralih ke pembelajaran daring, dan belasan penerbangan di Bandara Tjilik Riwut tertunda akibat jarak pandang di bawah 800 meter.

Kabut asap bahkan sempat memicu tiga kecelakaan lalu lintas di jalur Banjarbaru–Pelaihari, Kalimantan Selatan, akibat jarak pandang yang anjlok drastis.

Wakil Ketua Komisi IV DPR RI Alex Indra Lukman meminta pemerintah mengambil langkah luar biasa, mengingatkan fenomena El Nino yang diperkirakan mencapai puncaknya pada Agustus–September 2026, dengan merujuk pada pengalaman karhutla besar 1997–1998 sebagai peringatan.

Di Kalimantan Timur, BMKG Stasiun Balikpapan mencatat 11.869 titik panas sepanjang 1–21 Agustus 2026, lebih tinggi dibanding periode kemarau serupa pada 2015 yang hanya mencatat 9.793 titik, dengan kepala tim data BMKG setempat menyebut El Nino musim ini terasa lebih kering.

Dampak kabut asap juga sudah melintasi batas negara, dengan sejumlah media Malaysia mulai menyoroti asap karhutla Kalimantan yang terbawa hingga Sarawak. 

Di tengah eskalasi ini, kunjungan Prabowo ke Pontianak menjadi sinyal bahwa penanganan karhutla kini mendapat perhatian langsung dari level tertinggi pemerintahan, seiring desakan agar deteksi dini, patroli kawasan rawan, dan pelibatan masyarakat diperkuat sebelum kemarau mencapai titik terkeringnya. (**)

Adagia — Kata Bijak
Latin

Memuat kutipan…

Kompilasi tokoh & filsuf dunia — InilahData.com
Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H — InilahData.com
PERINGATAN NASIONAL
1448 H
MEMPERINGATI
MAULID NABI
MUHAMMAD صلى الله عليه وسلم
RABIUL AWAL
12
RABIUL AWAL
1448 HIJRIAH
SELASA, 25 AGUSTUS 2026
Cinta kepada Rasul, Teladan Akhlak,
Rahmat bagi Semesta Alam.
Selamat Memperingati Maulid Nabi.
<div class=" quote"="">“Sesungguhnya aku diutus untuk menyempurnakan akhlak yang mulia.”
Bagikan
Beranda
Bagikan
Lainnya
0%