Jakarta · 10 Agustus 2026 Peta Pembiayaan Investasi 2027
Kesenjangan Antara Kebutuhan dan Kapasitas Negara
9%
Tertutup APBN & BUMN dari total kebutuhan
Kebutuhan investasi nasional 2027 diproyeksikan Rp8.705 triliun — jauh melampaui kapasitas anggaran negara yang tersedia.
Peta Sumber Pembiayaan 2027
APBN
Anggaran Negara
Rp459 T
BUMN & Danantara
Entitas Negara
Rp330 T
Swasta
Bank, Pasar Modal, Lainnya
Rp7.973 T
Total Kebutuhan Investasi 2027
Proyeksi Kementerian Keuangan
Rp8.705 T
Wakil Menteri Keuangan Juda Agung menyebut 91% dari total kebutuhan harus ditutupi sumber pembiayaan swasta — mulai dari perbankan, pembiayaan alternatif, hingga pasar modal.
Kondisi Fiskal Semester I 2026
24%
Pertumbuhan penerimaan negara
Sesuai target
<3%
Defisit fiskal terjaga terkendali
Dalam batas aman
Pasar modal hadir sebagai katalis pertumbuhan ekonomi nasional — harus diwujudkan menjadi pasar yang dalam, likuid, terpercaya, dan kredibel.
Juda Agung — Wakil Menteri Keuangan RI
Tiga Syarat Pasar Modal Jadi Katalis
Kedalaman PasarJumlah instrumen & pelaku memadai
LikuiditasTransaksi lancar tanpa distorsi harga
Kredibilitas & KepercayaanTata kelola yang terpercaya bagi investor
1
Kebutuhan investasi RI 2027 diproyeksikan Rp8.705 triliun, sementara APBN dan BUMN/Danantara hanya menutupi sekitar Rp789 triliun.
2
Sebanyak 91% sisa kebutuhan, atau Rp7.973 triliun, diharap dipenuhi swasta lewat bank, pembiayaan lain, dan pasar modal.
3
Penerimaan negara tumbuh 24% dan defisit fiskal masih di bawah 3%, namun APBN dinilai tak cukup membiayai seluruh agenda pembangunan.
Sumber
Sumber: Keterangan Wakil Menteri Keuangan Juda Agung dalam acara Peluncuran ETF Emas, Senin (10/8/2026); Kementerian Keuangan Republik Indonesia.