Sabtu, 12 Sep 2026 - :
10 Agu 2026 - 22:54 | 74 Views | 0 Suka

Kebutuhan Investasi RI 2027 Tembus Rp8.705 Triliun, APBN Cuma Sanggup Tutupi Sebagian Kecil

9 mnt baca

Inilahdata.com – Kementerian Keuangan memperingatkan bahwa kebutuhan investasi nasional pada 2027 akan melonjak jauh melampaui kapasitas anggaran negara.

Wakil Menteri Keuangan Juda Agung menyebut total kebutuhan investasi tahun depan diproyeksikan mencapai Rp8.705 triliun, sementara APBN hanya mampu menopang sekitar Rp459 triliun dan kontribusi BUMN termasuk Danantara diperkirakan sebesar Rp330 triliun.

Dengan kesenjangan sebesar itu, pemerintah menaruh harapan besar pada sumber pembiayaan di luar anggaran negara. Juda menyebut porsi yang harus ditutupi swasta bisa mencapai Rp7.973 triliun, atau setara 91% dari total kebutuhan investasi tahun depan.

“APBN hanya mampu menjangkau sekitar Rp459 triliun, sebagian lagi oleh BUMN termasuk Danantara sebesar Rp330 triliun. Sisanya, sebagian besar harus berasal dari sumber pembiayaan swasta, yaitu 7.973 triliun atau sekitar 91% berasal apakah itu dari bank, pembiayaan lain, dan termasuk di sini adalah pasar modal,” ujar Juda dalam acara peluncuran ETF Emas, Senin (10/8/2026).

Dalam kesempatan itu, Juda menegaskan pasar modal punya peran strategis sebagai jembatan antara perusahaan yang membutuhkan pendanaan dan dana masyarakat maupun investor yang tersedia di pasar.

Menurutnya, penguatan pasar modal domestik harus terus digenjot agar fungsi tersebut bisa berjalan maksimal sekaligus menopang pertumbuhan ekonomi nasional.

Ia menekankan tiga syarat utama agar pasar modal benar-benar bisa menjadi katalis pembiayaan pembangunan: kedalaman pasar yang memadai, likuiditas yang cukup, serta tingkat kepercayaan dan kredibilitas yang tinggi di mata investor.

“Pasar modal hadir sebagai katalis pertumbuhan ekonomi nasional. Oleh sebab itu, kita harus mewujudkan pasar modal Indonesia yang dalam, yang likuid, dan tentu saja yang trustable dan kredibel sehingga dapat berperan secara optimal dalam memfasilitasi investasi dan mendukung target-target pertumbuhan ekonomi yang tinggi,” tuturnya.

APBN Semester I 2026 Masih di Jalur Aman

Di sisi lain, Juda memastikan kondisi fiskal negara hingga semester pertama 2026 masih berjalan sesuai target kendati perekonomian global masih diwarnai ketidakpastian.

Ia mencatat penerimaan negara tumbuh sekitar 24%, sementara belanja pemerintah turut menjadi salah satu penggerak pertumbuhan ekonomi selama periode tersebut. Defisit fiskal, kata dia, juga masih terjaga dalam batas aman.

“Kami di Kementerian Keuangan bekerja keras untuk menjaga kesehatan APBN sebagai instrumen utama pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan rakyat, sekaligus menjaga kehati-hatian dalam mengelola posisi fiskal di bawah defisit di bawah 3%,” katanya.

Meski begitu, Juda kembali mengingatkan bahwa APBN tidak bisa dijadikan satu-satunya andalan untuk membiayai seluruh agenda pembangunan nasional.

Ia menyebut kebutuhan pendanaan di sektor infrastruktur, energi, pendidikan, peningkatan kualitas sumber daya manusia, hingga hilirisasi industri jauh lebih besar dari kemampuan fiskal pemerintah saat ini, sehingga peran swasta dan pasar modal menjadi tak terhindarkan. (**)

Adagia — Kata Bijak
Latin

Memuat kutipan…

Kompilasi tokoh & filsuf dunia — InilahData.com
Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H — InilahData.com
PERINGATAN NASIONAL
1448 H
MEMPERINGATI
MAULID NABI
MUHAMMAD صلى الله عليه وسلم
RABIUL AWAL
12
RABIUL AWAL
1448 HIJRIAH
SELASA, 25 AGUSTUS 2026
Cinta kepada Rasul, Teladan Akhlak,
Rahmat bagi Semesta Alam.
Selamat Memperingati Maulid Nabi.
<div class=" quote"="">“Sesungguhnya aku diutus untuk menyempurnakan akhlak yang mulia.”
Bagikan
Beranda
Bagikan
Lainnya
0%