
- Puluhan personel TNI mendatangi Polda Metro Jaya dini hari setelah penggeledahan kafe dan rumah yang diduga terkait Jampidsus Febrie Adriansyah, dipimpin eks ajudan Presiden Prabowo, memicu dugaan upaya menjemput saksi kunci.
- Penggeledahan membongkar brankas tersembunyi berisi hampir Rp60 miliar di Kafe de’Clan Cipete dan 74 kg emas plus uang senilai Rp476 miliar di rumah Sentul, terkait dugaan korupsi Asabri, batu bara PLN, dan Krakatau Steel.
- Penjagaan TNI bersenjata di rumah Febrie dikecam koalisi masyarakat sipil sebagai pelanggaran prinsip supremasi sipil, meski TNI berdalih itu pengamanan rutin sesuai Perpres 66/2025.
Puluhan personel bersenjata mendatangi Polda Metro Jaya dini hari, hanya berselang jam dari penggeledahan sebuah kafe dan rumah mewah yang bersinggungan dengan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus, Febrie Adriansyah.
Garis oranye menandai relasi yang tengah dikonfirmasi penyidik dan menjadi sumber pertanyaan publik; garis teal menandai relasi kelembagaan yang sudah dijelaskan resmi oleh masing-masing institusi.
Brigjen Muhammad Nas menyebut penebalan personel di rumah Febrie sebagai pengamanan atas permintaan resmi Kejaksaan Agung, merujuk Perpres No. 66/2025 dan nota kesepahaman TNI–Kejaksaan.
Enam lembaga masyarakat sipil menilai pelibatan militer untuk mengamankan pejabat kejaksaan keliru dan berpotensi mengaburkan batas antara fungsi pertahanan negara dan penegakan hukum sipil.
Febrie disebut dibuntuti seorang anggota Densus 88 saat bersantap di restoran yang sama, ketika masih bernama Gontran Cherrier.
Ferry Hongkiriwang, pengelola kafe yang disebut dekat dengan Febrie, diduga menghubungi perwira TNI setelah dibuntuti anggota Densus 88 di sebuah hotel di Jakarta.
KontroversialPolda Metro Jaya menerbitkan surat perintah penyidikan atas nama Ferry untuk dugaan penculikan, penganiayaan, dan perintangan penyidikan.
Kortastipidkor Polri menerbitkan surat perintah penyidikan atas dugaan korupsi pengadaan batu bara PLTU periode 2018–2026.
Dua belas lokasi digeledah serentak; malam harinya rumah Febrie dijaga puluhan TNI bersenjata, dan dini hari berikutnya puluhan personel mendatangi Polda Metro Jaya.
Peristiwa terbaruPerkara dugaan korupsi dan TPPU batu bara PLTU resmi naik status empat hari sebelum penggeledahan maraton dan penebalan penjagaan di rumah Febrie Adriansyah berlangsung.
Tidak ada alasan yang dapat dibenarkan dalam pelibatan militer di rumah Jampidsus.— Koalisi Masyarakat Sipil, menanggapi penjagaan TNI di kediaman Febrie Adriansyah
Halaman : 1 2