
Inilahdata.com – Intelijen militer Ukraina menemukan bukti yang mengejutkan: komponen chip kecerdasan buatan (AI) buatan Nvidia rupanya bersembunyi di dalam rudal jelajah Rusia yang menghantam wilayah Ukraina, padahal perusahaan chip asal Amerika Serikat itu sudah lama menghentikan seluruh operasinya di Rusia.
Mengutip laporan The Register, Minggu (16/8/2026), Direktorat Intelijen Kementerian Pertahanan Ukraina (GUR) mengungkapkan bahwa modul Nvidia Jetson Orin ditemukan pada puing-puing rudal jelajah Rusia S-71 Monochrome.
Rudal jenis S-71M ini merupakan senjata yang diluncurkan dari udara dan diklaim memiliki kemampuan otonom, mampu mencari serta mengunci target lewat sensor optik dan sistem komputasi bawaannya.
“Penggunaan komponen ini dapat menjadi indikasi penggunaan teknologi kecerdasan buatan pada rudal tersebut,” tulis GUR dalam laporannya.
Nvidia sendiri dikenal sebagai raksasa teknologi produsen chip dan GPU terbesar di dunia, dan menjadi salah satu penggerak utama perkembangan AI global, termasuk lewat lini Jetson yang memang dirancang untuk perangkat otonom seperti robot dan drone.
Dalam foto-foto yang dirilis GUR, tampak chip Nvidia dalam kondisi gosong terbakar, namun kode identifikasi TE980M-A1 pada permukaannya masih dapat dibaca.
Kode ini menunjukkan bahwa komponen tersebut adalah unit Jetson Orin NX 16GB, varian yang baru diluncurkan Nvidia pada awal 2023.
Di sinilah letak keanehannya. Nvidia diketahui telah menutup seluruh kegiatan bisnisnya di Rusia sejak 2022, tak lama setelah Moskow menginvasi Ukraina.
Artinya, penutupan operasi itu terjadi lebih dulu ketimbang peluncuran chip TE980M-A1, sehingga komponen ini mustahil masuk lewat jalur penjualan resmi Nvidia ke Rusia, dan pasti sampai ke tangan Moskow melalui jalur lain setelah larangan penjualan langsung diberlakukan.
GUR menilai ada satu sisi yang bisa dipetik dari temuan ini: bukti bahwa kapasitas manufaktur teknologi Rusia sendiri masih jauh dari memadai, sehingga negara itu tetap bergantung pada komponen asing untuk membangun persenjataan canggihnya.
“Penemuan Nvidia Jetson pada rudal baru Rusia sekali lagi menunjukkan perlunya peningkatan tekanan sanksi serta koordinasi upaya dari dunia yang beradab,” tegas GUR.
Menanggapi temuan tersebut, Nvidia menyatakan bahwa modul Orin adalah produk kelas konsumen yang dijual bebas untuk berbagai kebutuhan sipil, bukan diperuntukkan bagi kepentingan militer.
“Jetson bekas banyak tersedia melalui berbagai saluran penjualan kembali. Meski kami tidak dapat melacak produk setelah terjual, jika kami menemukan ada pelanggan yang melanggar aturan kontrol ekspor AS, kami akan mengambil tindakan yang sesuai,” demikian pernyataan resmi Nvidia kepada The Register. (**)
Halaman : 1 2