Sabtu, 12 Sep 2026 - :
10 Sep 2026 - 05:52 | 54 Views | 0 Suka

Bukan Soal Populer, Kinerja Amran Sulaiman Jadi yang Tertinggi di Kabinet

11 mnt baca

Inilahdata.com – Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman berhasil menempati posisi teratas dalam penilaian kinerja para menteri Kabinet Merah Putih.

Hasil ini merupakan temuan Government Performance Assessment yang dirilis lembaga riset politik dan kebijakan publik IndexPolitica Indonesia pada September 2026.

Dari total sepuluh menteri dengan kinerja terbaik yang dirilis lembaga tersebut, Amran meraih skor 91 dan berada di urutan pertama.

Ia mengalahkan Menteri Investasi dan Hilirisasi Rosan Perkasa Roeslani yang mengumpulkan skor 89, disusul Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dengan 87 poin, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti dengan 86 poin, serta Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin di posisi kelima dengan 85 poin.

Berbeda dari survei-survei kepuasan publik yang umum ditemui, penilaian IndexPolitica ini tidak mengandalkan jajak pendapat opini. Lembaga tersebut memakai pendekatan Evidence-Based Government Performance Evaluation dengan metode Multi-Criteria Decision Analysis, yang datanya ditarik langsung dari dokumen resmi pemerintah dan statistik sektoral.

Penilaian tersebut dibangun dari enam dimensi dengan bobot berbeda-beda: Policy Output (20 persen), Policy Outcome (25 persen), Implementation Effectiveness (20 persen), Public and Economic Impact (15 persen), Policy Innovation (10 persen), dan Intergovernmental Coordination (10 persen).

Founder dan Peneliti Senior IndexPolitica Indonesia Denny Charter menjelaskan bahwa metode ini secara khusus dirancang untuk mengukur kinerja, bukan tingkat popularitas seorang pejabat.

Ia menyebut menteri yang jarang muncul di pemberitaan sekalipun tetap bisa mencatatkan kinerja unggul apabila output dan outcome kebijakannya benar-benar terukur. Sebaliknya, sosok yang kerap disorot media belum tentu memiliki kinerja terbaik di lapangan.

Capaian Amran di IndexPolitica ini bukan yang pertama. Pada Oktober 2025, survei kepuasan publik yang digelar Indikator Politik Indonesia juga menempatkan Amran di puncak klasemen dengan tingkat kepuasan 84,9 persen.

Mengungguli Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya (84,5 persen), Purbaya Yudhi Sadewa (84,1 persen), Menteri Agama Nasaruddin Umar (83,4 persen), dan Menteri Sekretariat Negara Prasetiyo Hadi (82,9 persen).

Kepala Biro Komunikasi dan Layanan Informasi Kementerian Pertanian Moch. Arief Cahyono menilai konsistensi Amran menduduki posisi puncak di dua lembaga riset berbeda selama dua tahun berturut-turut bukan kebetulan, melainkan cermin dari deretan capaian konkret sektor pertanian selama masa kepemimpinannya.

“Hasil penilaian ini adalah buah dari kerja keras Pak Menteri dan jajaran Kementan yang tidak kenal lelah turun langsung ke sawah dan bertemu petani. Pak Mentan Amran selalu menegaskan bahwa beliau tidak akan berhenti bekerja hingga setiap petani sejahtera dan setiap keluarga miskin di pedesaan terangkat dari kemiskinan melalui sektor pertanian,” ujar Arief dalam keterangan tertulis, Selasa (8/9/2026).

Arief kemudian memaparkan sejumlah capaian yang menjadi dasar penilaian tersebut. Produksi beras nasional pada 2025 tercatat mencapai 34,69 juta ton, angka yang disebut sebagai rekor tertinggi sepanjang sejarah dan telah diverifikasi oleh BPS, FAO, maupun USDA, dengan kenaikan 13,29 persen dibanding tahun sebelumnya.

Di sisi ketahanan pangan, Indonesia disebut telah mencapai swasembada delapan komoditas sekaligus: beras, jagung, gula konsumsi, daging ayam, telur ayam, bawang merah, cabai besar, dan cabai rawit. Stok beras pemerintah pun menembus 5,3 juta ton, jauh melampaui rekor sebelumnya pada 1984 yang hanya 2,6 juta ton.

Dari sisi perdagangan, nilai ekspor sektor pertanian tercatat sekitar Rp166 triliun, sementara impor pangan berhasil ditekan hingga Rp41 triliun, kombinasi yang menurut Arief menyumbang nilai tambah sekitar Rp200 triliun bagi perekonomian nasional.

Pada aspek input produksi, pemerintah menyederhanakan 145 aturan terkait pupuk bersubsidi untuk mempermudah akses petani, sekaligus menurunkan harga pupuk bersubsidi sebesar 20 persen di tengah krisis pupuk global. Jaminan harga pembelian gabah petani juga ditetapkan sebesar Rp6.500 per kilogram.

Kesejahteraan petani turut mencatatkan rekor tersendiri. Nilai Tukar Petani (NTP) pada 2026 berada di angka 129,19, yang diklaim sebagai yang tertinggi dalam 34 tahun terakhir.

Sementara itu, pertumbuhan Produk Domestik Bruto sektor pertanian pada 2025 mencapai 5,74 persen, level tertinggi dalam 25 tahun terakhir, yang menegaskan posisi sektor ini sebagai salah satu penopang utama perekonomian nasional.

Kementerian Pertanian menyatakan akan terus memperkuat program swasembada pangan sebagai fondasi ketahanan nasional, sejalan dengan agenda besar pemerintah menuju kemandirian pangan Indonesia. (**)

Adagia — Kata Bijak
Latin

Memuat kutipan…

Kompilasi tokoh & filsuf dunia — InilahData.com
Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H — InilahData.com
PERINGATAN NASIONAL
1448 H
MEMPERINGATI
MAULID NABI
MUHAMMAD صلى الله عليه وسلم
RABIUL AWAL
12
RABIUL AWAL
1448 HIJRIAH
SELASA, 25 AGUSTUS 2026
Cinta kepada Rasul, Teladan Akhlak,
Rahmat bagi Semesta Alam.
Selamat Memperingati Maulid Nabi.
<div class=" quote"="">“Sesungguhnya aku diutus untuk menyempurnakan akhlak yang mulia.”
Bagikan
Beranda
Bagikan
Lainnya
0%