
Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Maman Abdurrahman. Kredit Foto: RM Banten
6 Agu 2026 - 13:52 | 78 Views | 0 Suka
Impor Disebut Porak-porandakan Pasar UMKM Lokal, Menteri UMKM Minta Batasi
UMKM & Kebijakan Dagang
Jakarta · 6 Agustus 2026
Desk Ekonomi
KEMENTERIAN UMKM MINTA IMPOR DIBATASI / PEMBIAYAAN UMKM TEMBUS RP1.600 TRILIUN / DISKON 50% COST FEE UMKM DIGITAL / FORKOMNAS KI 2026, HOTEL FAIRMONT JAKARTA /
Pernyataan Menteri UMKM · 5 Agustus 2026
Pembiayaan UMKM naik, tapi persoalan sebenarnya kini bergeser ke akses pasar.
Menteri UMKM Maman Abdurrahman menyebut alokasi pembiayaan ke sektor UMKM mencapai Rp1.600 triliun pada 2025 dan diproyeksikan terlampaui tahun ini — namun barang impor dinilai jadi penyumbang terbesar produk lokal yang tak terserap pasar.
Produk LokalBarang Impor
Ilustrasi tekanan pangsa pasar domestik yang menjadi dasar usulan pembatasan volume impor.
Pernyataan Menteri UMKM
“Salah satu penyumbang yang paling terbesar adalah masuknya barang-barang impor yang akhirnya memorak-porandakan market domestik kita.”
Maman Abdurrahman — Menteri UMKM, Forkomnas KI 2026, 5/8/2026
“Kita tidak minta ditutup 100% tetapi secara jumlah volume wajib kita batasi, supaya pasar domestik bisa menyerap produk-produk lokal kita.”
Maman Abdurrahman — Menteri UMKM, Forkomnas KI 2026, 5/8/2026
Pembiayaan UMKM 2025
Rp1.600T
Diproyeksikan terlampaui pada 2026
Diskon Biaya Layanan
50%
Cost fee untuk usaha mikro-kecil di lapak digital
Batas Impor Diusulkan
VolumeBukan 100%
Bukan larangan total, tapi pengendalian jumlah
Koordinasi Lintas K/L
2Kementerian
Kemendag & Kemenperin ikut memperketat aturan
Dua Langkah yang Diusulkan
01
Percepat Perizinan & Sertifikasi
Mendorong nilai tambah dan daya saing produk UMKM lewat proses sertifikasi yang lebih cepat.
→
02
Kendalikan Volume Impor
Membatasi jumlah barang impor yang sudah bisa diproduksi UMKM maupun industri dalam negeri.
1
Kementerian UMKM meminta pembatasan volume impor barang yang sudah/bisa diproduksi UMKM dan industri dalam negeri, tanpa menutup impor 100%.
2
Menteri Maman Abdurrahman menilai persoalan utama UMKM bukan akses modal, melainkan akses pasar akibat gempuran barang impor.
3
Pemerintah menyiapkan percepatan sertifikasi, pengetatan algoritma e-commerce, dan diskon 50% biaya layanan bagi UMKM digital.
Sumber
Pernyataan Menteri UMKM Maman Abdurrahman dalam Forum Koordinasi Nasional Kekayaan Intelektual Indonesia 2026, Hotel Fairmont, Jakarta Pusat, Rabu 5 Agustus 2026.
DESK EKONOMI
INILAHDATA.COM · Update 6 Agu 2026
Halaman : 1 2